Perencanaan pengemasan teh hitam mutu broken peko 1 sebanyak 500kg/hari dengan aluminium foil sebagai kemasan primer

Hardyawan, Stevanus (2012) Perencanaan pengemasan teh hitam mutu broken peko 1 sebanyak 500kg/hari dengan aluminium foil sebagai kemasan primer. Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif). Faculty of Agricultural Technology, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (97kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (151kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (27kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (119kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (59kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (83kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (84kB)
[img] Text (BAB 8)
BAB 8.pdf
Restricted to Registered users only

Download (63kB)
[img]
Preview
Text (BAB 9)
BAB 9.pdf

Download (16kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (66kB)

Abstract

Pengolahan teh sebagai produk minuman mulai disukai oleh masyarakat. Konsumsi teh di Indonesia masih sangat rendah, yang ditunjukkan dengan komsumsi teh per kapita ±250-350gram masih sangat rendah jika dibandingkan komsumsi teh di negara lain, seperti India (diatas 660gram), Inggris (2.240gram), dan Jepang (1.040gram). Pada masa yang akan datang diharapkan konsumsi teh semakin meningkat. Hal tersebut didukung kesadaran masyarakat bahwa minuman teh selain untuk kesegaran, ampas teh yang tersisa dapat digunakan untuk kecantikan, mengurangi gas metana, dan mengurangi rusaknya lapisan ozon. Teh hitam yang dikemas dalam aluminium foil sebagai kemasan primer adalah teh hitam mutu Broken Peko 1 (BP1). BP1 merupakan jenis mutu teh yang dihasilkan ± 12,7% dari proses pengolahan teh hitam di PT. Perkebunan Nusantara XII. Teh hitam jenis BP1 ini umumnya dikemas dengan menggunakan karung untuk dijual ke luar negeri, sehingga dengan pengemas primer aluminium foil diharapkan dapat meningkatkan nilai jual dari BP1. Selain itu digunakan kemasan sekunder berupa folding carton yang berfungsi untuk melindungi teh dari kerusakan fisik dan mempermudah proses penjualan. Pengemas sekunder tersebut juga dikemas kembali dengan menggunakan kemasan tersier yaitu berupa corrugated box yang berfungsi untuk melindungi produk pada saat penyimpanan dan distribusi. Harga pokok pabrik BP1 dalam kemasan aluminium foil adalah Rp 751/aluminium foil maka harga untuk taip 1 karton kemasan sekunder (@10 aluminium foil) adalah Rp 7510/karton sekunder. Berdasarkan harga tersebut maka ditetapkan harga jual teh BP1 dalam kemasan sekunder (@10 aluminium foil) adalah Rp 10.000/karton sekunder.

Item Type: Monograph (Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Broken Peko 1 (BP1), pengemasan, kemasan primer aluminium foil
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Rani .
Date Deposited: 14 Feb 2019 02:21
Last Modified: 14 Feb 2019 02:21
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/17815

Actions (login required)

View Item View Item