Penggunaan jenis starter berbeda pada industri pengolahan roti manis dengan kapasitas tepung terigu 250 kg per hari

Chandra, Lily (2012) Penggunaan jenis starter berbeda pada industri pengolahan roti manis dengan kapasitas tepung terigu 250 kg per hari. Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif). Faculty of Agricultural Technology, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (68kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (282kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (145kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (142kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (85kB)
[img] Text (BAB 6)
BAB 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)
[img] Text (BAB 7)
BAB 7.pdf
Restricted to Registered users only

Download (78kB)
[img]
Preview
Text (BAB 8)
BAB 8.pdf

Download (113kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (435kB)

Abstract

Roti manis merupakan jenis roti yang digemari oleh masyarakat karena praktis, mudah diperoleh dan memiliki berbagai variasi bentuk dan rasa. Permintaan akan produk roti manis yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan jumlah perusahaan roti. Perusahaan perlu menggunakan metode yang tepat untuk memperoleh roti yang berkualitas dan biaya produksi yang dikeluarkan rendah. Metode pengolahan roti menggunakan metode sponge dough dapat dibuat dengan starter commercial yeast dan non commercial (wild yeast dan bakteri asam laktat). Industri pengolahan roti manis dengan jenis starter berbeda yang direncanakan memiliki kapasitas tepung terigu 250 Kg/hari. Pembandingan dilakukan terhadap aspek kualitas diperoleh penilaian yang lebih tinggi terhadap karakteristik dan umur simpan roti manis dengan starter non commercial yeast. Roti manis dengan starter non commercial yeast memiliki proses yang lebih rumit serta biaya utilitas dan tenaga kerja yang lebih tinggi dibandingkan commercial yeast. Roti manis dengan starter commercial yeast memiliki biaya bahan baku lebih tinggi. Nilai ROR sesudah pajak dari pengolahan roti manis dengan commercial yeast dan non commercial yeast adalah 19,88% dan 19,70% lebih tinggi dibandingkan MARR 13,12%. Nilai POT setelah pajak untuk pengolahan roti manis dengan commercial yeast adalah 3,26 tahun dan non commercial yeast adalah 3,28 tahun. Nilai BEP industri roti manis dengan starter yeast commercial sebesar 46,98% sedangkan starter yeast non commercial sebesar 47,49%.

Item Type: Monograph (Technical Report (Perencanaan Unit Pengolahan Pangan, Makalah Komprehensif))
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Roti manis, starter yeast commercial, starter yeast non commercial
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: NIA .
Date Deposited: 13 Feb 2019 00:44
Last Modified: 20 Feb 2019 02:40
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/17873

Actions (login required)

View Item View Item