Pengaruh Pemberian Kombinasi Metformin dan Oksigen Hiperbarik Terhadap Jumlah Fibroblas dan Ketebalan Kolagen Dalam Penyembuhan Luka pada Tikus Putih Hiperglikemia.

Tamayanti, Wahyu Dewi and Novita, Bernadette Dian and Theodora, Imelda (2018) Pengaruh Pemberian Kombinasi Metformin dan Oksigen Hiperbarik Terhadap Jumlah Fibroblas dan Ketebalan Kolagen Dalam Penyembuhan Luka pada Tikus Putih Hiperglikemia. Jurnal Widya Medika, 4 (1). pp. 31-37. ISSN 2338-0373

[img]
Preview
Text (Pengaruh Pemberian Kombinasi Metformin dan Oksigen Hiperbarik Terhadap Jumlah Fibroblas dan Ketebalan Kolagen Dalam Penyembuhan Luka pada Tikus Putih Hiperglikemia.)
10_Pengaruh_Pemberian_Kombinasi_Metformin_.pdf

Download (494kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Pengaruh Pemberian Kombinasi Metformin dan Oksigen Hiperbarik Terhadap Jumlah Fibroblas dan Ketebalan Kolagen Dalam Penyembuhan Luka pada Tikus Putih Hiperglikemia_per_review)
10-R1&2-Pengaruh_Pemberian_Kombinasi_.pdf

Download (260kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Pengaruh Pemberian Kombinasi Metformin dan Oksigen Hiperbarik Terhadap Jumlah Fibroblas dan Ketebalan Kolagen Dalam Penyembuhan Luka pada Tikus Putih Hiperglikemia.)
10_Pengaruh_Pemberian_Kombinasi_Metformin_Hasil Cek Similarity.pdf

Download (3MB) | Preview
Official URL: http://journal.wima.ac.id/index.php/JWM/article/vi...

Abstract

Metformin telah banyak digunakan sebagai terapi pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang mengalami hiperglikemia menahun karena resisten insulin.Penderita DM kronis juga rentan mengalami hipoksia - kekurangan oksigen pada jaringan.Pene1itian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahuipengaruh dari terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik terhadap peningkatan jumlah sel fibroblas dan ketebalan kolagen di jaringan kulit yang terinfeksi Pseudomonasaeruginosa pada tikus yang mengalami hiperglikemia.Pene1itian ini rnenggunakan aloksan 8% (b/v) secara intramuscular,bakteri patogen Pseudomonas eruginosadiinfeksikan pada daerah luka,metformin 45mgkgBB, dan terapi oksigen hiperbarik sebesar 2,4 ATA diberikan 3 kali masing-masing selama 30 menit dengan interval waktu 5 menit selama 5 hari. Pada penelitian ini digunakan tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar yang dibagi menjadi 4 ke1ompok:KN- merupakan kelompok tikus normal, KDM - merupakan kelompok tikus diabetes dengan induksi aloksan, KI - merupakan kelompok dengan induksi aloksan dan infeksi oleh Pseudomonas aeruginosa, tanpa terapi, KU1 - kelompok dengan induksi aloksan, infeksi bakteri Pseudomonas aeruginosa, dengan terapi metformin; dan KU2 - kelompok dengan induksi aloksan, infeksi Pseudomonas aeruginosa, dan terapi dengan kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik. Pengambilan jaringan kulit dilakukan setelah tikus diterminasi pada hari ke-5, lalu dipreparasi secara histology dengan pengecatan HE.Data yang diperoleh dianalisa statistik dengan anava satu arah dengan tingkat signifikansi S%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi kombinasi metformin dan oksigen hiperbarik dapat meningkatkan jumlah fibroblas dan ketebalan kolagen pada luka tikus putih hiperglikemia yang terinfeksi Pseudomonas aeruginosa.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: metformin, oksigen hiperbarik, fibroblas, kolagen, hiperglikemia,Pseudomonas aeruginosa
Subjects: Medicine
Divisions: Journal Publication
Depositing User: F.X. Hadi
Date Deposited: 19 Feb 2019 07:02
Last Modified: 22 Feb 2019 01:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18090

Actions (login required)

View Item View Item