Konsep keadilan menurut Aristoteles dalam buku Nicomachean ethics buku lima

Meji, Pinsensius (2019) Konsep keadilan menurut Aristoteles dalam buku Nicomachean ethics buku lima. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (648kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (61kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (74kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (196kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (95kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5 .pdf

Download (63kB) | Preview

Abstract

Dalam skripsi ini penulis menyelidiki pengertian keadilan Aristoteles dalam karyanya Nicomachean Ethics. Masalah pokok yang hendak dijawab dalam penelitian ini adalah apa arti keadilan menurut Aristoteles. Masalah tersebut menarik untuk dijawab karena adanya banyak ketidakadilan. Melalui Nicomachean Ethics Aristoteles ingin menciptakan generasi muda yang mengutamakan kebaikan umum dalam polis. Sebelum masuk dalam dunia politik anak muda harus dididik agar tahu membedakan mana yang baik dan yang buruk. Dalam konteks Indonesia pemikiran Aristoteles tersebut relevan dalam hubungan dengan persoalan ketidakadilan. Penulis menilai keadilan dalam karya Nicomachean Ethics cocok untuk mendidik generasi muda sebagai calon pemimpin masa yang akan datang. Dari hasil penelitian terhadap pemikiran Aristoteles tentang keadilan, penulis merumuskan keadilan sebagai disposisi moral yang membuat seseorang melakukan sesuatu yang tepat atau adil. Ketidakadilan adalah disposisi moral yang membuat seseorang bertindak tidak adil dan menginginkan apa yang tidak adil. Keadilan dalam pemikiran Aristoteles pertama-tama bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan bersama. Keadilan di sini adalah dalam suatu negara. Setiap warga negara harus memiliki keutamaan keadilan. Aristoteles membagi keadilan menjadi dua yakni keadilan universal dan keadilan partikular. Keadilan universal berkenaan dengan kebaikan umum. Keadilan universal adalah keutamaan warga polis untuk memenuhi kewajiban pada polis untuk kebaikan bersama. Keadilan partikular mengarahkan pada kebaikan antar sesama. Aristoteles membagi keadilan ini menjadi tiga, yakni keadilan distributif, korektif dan komutatif. Keadilan distributif memberikan kepada masing-masing terhadap apa yang menjadi hak individu secara proporsional atau dengan kata lain setara. Keadilan korektif mengkoreksi transaksi yang sedang terjadi. Keadilan komutatif memberikan kepada masing-masing orang terhadap apa yang menjadi bagiannya dengan berdasarkan haknya. Bagi Aristoteles keadilan merupakan keutamaan yang sempurna. Di dalam keadilan segala keutamaan ditemukan kepenuhannya. Keadilan dianggap lebih baik dari keutamaan yang lain karena dilakukan demi kebaikan hidup banyak orang. konteks keadilan Aristoteles adalah di dalam suatu polis. Dalam keadilan politik Aristoteles menampilkan otoritas yang berwajib. Otoritas ini harus ditaati oleh setiap warga polis guna mencapai kebaikan bersama. Penulis menilai keadilan dalam Nicomachean Ethics sangat relevan untuk mencegah korupsi. Penulis menawarkan pembentukan keutamaan keadilan pada generasi muda melalui kantin kejujuran.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Aristoteles, keutamaan, keadilan universal dan keadilan partikular (keadilan distributif, korektif, dan komutatif), keadilan politik, keadilan voluntary dan involuntary
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Users 6851 not found.
Date Deposited: 17 Jun 2019 07:28
Last Modified: 10 Jul 2019 00:24
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18505

Actions (login required)

View Item View Item