Hubungan antara persepsi lansia terhadap dukungan sosial dengan harga diri

Murnihati, Elisa (2004) Hubungan antara persepsi lansia terhadap dukungan sosial dengan harga diri. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (182kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (450kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (328kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (534kB) | Preview

Abstract

Usia lanjut adalah periode terakhir dalam rentang kehidupan seorang manusia. Periode ini ditandai dengan kemunduran kondisi fisik, mental dan fungsinya. Dulu lansia selalu tinggal ditengah-tengah keluarga, sekarang karena keluarga inti semakin sedikit dan anak-anak sibuk mengakibatkan berkurangnya waktu untuk memperhatikan orang tuanya yang sudah menjadi lansia. Hal ini potensial menyebabkan lansia merasa kesepian dan merasa tidak berharga. Harga diri lansia mempunyai sumber dari dalam diri dan dari luar diri. Dengan kekurangan­ kekurangan yang ada pada dirinya saat ini, dimana sumber dari dalam diri lansia sangat menurun maka lansia merupakan masa dimana individu sangat membutuhkan sumber harga diri dari luar dirinya. Oleh sebab itu penelitian ini berasumsi dukungan sosial dapat menjadi sumber untuk mengurangi atau menghilangkan kecemasan yang timbul akibat berbagai macam perubahan kehidupan sosial. Ketika seseorang memasuki masa lansia dukungan sosial dapat berasal dari pasangannya, anak-anak atau masyarakat disekitarnya. Dukungan itu dapat berupa perhatian, bantuan ekonomi, bantuan materi, rasa disayangi dan lain­ lain. Fokus penelitian ini adalah dukungan sosial dan harga diri. Dengan asumsi semakin positif persepsi lansia terhadap dukungan sosial yang diterimanya maka semakin tinggi harga diri lansia tersebut. Subyek penelitian ini adalah lansia berusia 60 tahun - 75 tahun, bertempat tinggal di Kelurahan Kalisari, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan skala, sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah korelasi non parametrik dari Kendall's tau dengan bantuan komputer program SPSS for Windows versi 11.00. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa: Ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi lansia terhadap dukungan sosial dengan harga diri. (rxy = 0,492 ) ; p= 0,0 ( p< 0,0 I). Semakin positif persepsi lansia terhadap dukungan sosial yang diterimanya semakin tinggi harga diri lansia. Sebagian besar lansia yang diteliti mempunyai persepsi terhadap dukungan sosial dalam kategori sangat tinggi dan kategori tinggi sehingga harga dirinya pun dalam kategori sangat tinggi dan kategori tinggi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 30 Mar 2015 07:39
Last Modified: 30 Mar 2015 07:39
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1851

Actions (login required)

View Item View Item