Pengendalian laju korosi tembaga pada media korosi larutan NaCl dan HCl dengan menggunakan tanin daun jambu biji sebagai green inhibitor

Sanjaya, Satria and Santoso, Galuh Chandra Krisna Wardhana Putra (2018) Pengendalian laju korosi tembaga pada media korosi larutan NaCl dan HCl dengan menggunakan tanin daun jambu biji sebagai green inhibitor. Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium). Faculty of Engineering, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (7kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (738kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V dan Daftar Pustaka.pdf

Download (229kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Teknologi pelapisan logam dengan berbagai metode telah dilakukan dan dikembangkan dengan tujuan untuk mengatasi masalah korosi pada logam, khususnya logam tembaga. Logam tembaga sangat bersifat konduktor dan mudah terkorosi yang biasanya dipicu oleh adanya lingkungan yang mengandung senyawa asam, dan garam. Salah satu metode untuk mengatasi korosi tersebut menggunakan inhibitor. Saat ini sedang dikembangkan penggunaan green inhibitor untuk menghambat laju korosi pada logam tembaga yaitu tanin yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Tanin dapat diekstrak dari daun jambu biji (Psidium Guajava L) secara maserasi berulang. Selanjutnya ekstrak crude tanin ini dimanfaatkan sebagai inhibitor. Proses penggunaan tanin sebagai inhibitor korosi diawali dengan perendaman plat logam tembaga dalam campuran crude tanin-etanol pada berbagai variasi berat crude tanin dalam etanol selama 24 jam.selanjutnya plat yang sudah terlapisi tanin direndam dalam media korosi NaCl dan HCl dengan pada berbagai variasi konsentrasi. Sebagai kontrolnya dilakukan juga perendaman plat logam tembaga tanpa lapisan tanin. Proses korosi ini dilakukan selama 6 hari, 8 hari, 10 hari, dan 12 hari. Setelah terjadi korosi setiap plat logam tembaga dibersihkan, dikeringkan, kemudian dihitung laju korosinya menggunakan metode gravimetri. Setelah laju korosi pada setiap plat logam diketahui, dilanjutkan dengan perhitungan efisiensi kerja inhibitor. Berdasarkan hasil perhitungan, dapat diketahui bahwa efisiensi kerja inhibitor sebanding dengan berat crude tanin dalam etanol. Pada berat crude tanin 200 g dalam satu (1) liter campuran crude tanin-etanol memberikan efisiensi kerja inhibitor 96 % dalam media korosi NaCl 30.000 ppm dengan waktu korosi selama 8 hari. Sedangkan pada media korosi HCl 0,4 M dengan berat crude tanin 200 g per liter campuran memberikan efisiensi kerja inhibitor sebesar 94 % dengan waktu korosi selama 10 hari.

Item Type: Monograph (Working Paper (Laporan Penelitian Laboratorium))
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Satrio San Jaya
Date Deposited: 10 Jul 2019 03:10
Last Modified: 10 Jul 2019 03:10
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18529

Actions (login required)

View Item View Item