Hubungan antara perasaan bersalah dengan kondisi depresi pada perempuan yang melakukan aborsi

Rinie, Resmito (2004) Hubungan antara perasaan bersalah dengan kondisi depresi pada perempuan yang melakukan aborsi. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (262kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (2MB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (713kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (316kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (557kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (164kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (536kB) | Preview

Abstract

Perasaan bersalah merupakan perasaan emosional yang berasosiasi dengan realisasi bahwa seseorang menyesal atas kesalahan-kesalahan diri sendiri di masa lalu dan masa sekarang yang terjadi karena perilaku negatif, tidak terpuji, atau melanggar peraturan sosial, moral, etis serta susila. Kondisi depresi adalah suatu kondisi terdapatnya gangguan mood, kondisi emosional berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, berperasaan dan berperilaku) seseorang. Penelitian ini dilakukan terhadap perempuan yang melakukan aborsi di Surabaya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara perasaan bersalah dengan kondisi depresi pada perempuan yang melakukan aborsi. Sampel yang dipilih adalah perempuan berusia 18 sampai 29 tahun yang pernah melakukan aborsi dalam kurun waktu maksimal 4 tahun dari peristiwa aborsi sampai dilakukannya penelitian ini. Pemilihan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Besar sampel yang memenuhi kriteria sebanyak 30 responden. Waktu pengambilan data dilakukan dari tanggal 5 November sampai dengan 9 November 2004. Variabel bebasnya adalah perasaan bersalah, sedangkan variabel tergantungnya adalah kondisi depresi. Pengolahan data berubah dari yang awalnya akan menggunakan uji korelasi product moment Karl Pearson akhirnya menggunakan uji korelasi non parametrik Kendall yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya satu syarat, yaitu pada uji normalitas yang memberikan hasil tidak normal dengan signifikansi sebesar 0,035 (p<0,05). Simpulan dari hasil penelitian didapatkan adanya hubungan antara perasaan bersalah dengan kondisi depresi pada perempuan yang melakukan aborsi. Koefisien korelasi sebesar 0,657 dengan p = 0,000 (p<0,05) menunjukkan bahwa hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara perasaan bersalah dengan kondisi depresi pada perempuan yang melakukan aborsi diterima. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi perasaan bersalah yang dimiliki oleh seseorang akan diikuti dengan semakin tingginya tingkat depresi yang dialami. Perasaan bersalah memberikan sumbangan sebesar 43,16 % terhadap kondisi depresi. Kondisi depresi yang dialami oleh subjek bervariasi dalam tingkatannya, yaitu sedang (40 %), tinggi (33,33 %), sangat tinggi (16,67 %) dan rendah (10 %). Perasaan bersalah yang dirasakan oleh sebagian besar subjek adalah tergolong sedang (56,67 %) dan tinggi (43,33 %). Hasil penelitian ini memberikan masukan kepada perempuan yang melakukan aborsi agar tidak melakukan aborsi lagi dan mempertahankan agar tidak melakukan hubungan seksual pranikah untuk menghindari terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, mengingat dampak dari aborsi itu sangat panjang dan untuk mempertahankan tradisi budaya timur yang telah diyakini sampai saat ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 30 Mar 2015 07:41
Last Modified: 30 Mar 2015 07:41
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1857

Actions (login required)

View Item View Item