Konsep jiwa menurut Augustinus dalam karya on the soul and its origin

Maryono, Stefanus Eka Tommy (2019) Konsep jiwa menurut Augustinus dalam karya on the soul and its origin. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (782kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (216kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (231kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf

Download (144kB) | Preview

Abstract

Salah satu tema dalam sejarah pemikiran filsafat adalah mengenai jiwa. Semenjak masa prasokratik, diskusi mengenai jiwa dapat dicari rekam jejaknya. Memasuki abad pertengahan, Augustinus yang dikenal sebagai seorang filsuf dan teolog turut memberikan pandangannya mengenai jiwa. Paham jiwa Augustinus lebih mengikuti paham jiwa Plato dan dibawa pada konteks kristiani. Bagi Augustinus, manusia merupakan kesatuan jiwa dan badan. Augustinus juga berpendapat bahwa jiwa lebih unggul daripada badan. Jiwa tidak mengalami perubahan, kelemahan, kesengsaraan, maupun keterbatasan. Jiwa juga memiliki rasio dan oleh karena itu, manusia memiliki dorongan untuk senantiasa mencari kebenaran yang kekal serta menghasrati kebahagiaan dan kebaikan yang sempurna. Pembahasan mengenai jiwa menurut Augustinu dapat ditemukan dalam salah satu karya Augustinus yang berjudul On The Soul and Its Origin. Dewasa ini, seringkali manusia merasa terikat dengan sesuatu yang ia miliki. Manusia seakan-akan menggantungkan dirinya pada benda-benda duniawi yang kiranya dapat musnah di kemudian hari. Manusia juga seringkali mengidentikkan jiwanya dengan hal-hal bendawi. Selain itu, masih banyak pula ditemukan orang-orang yang memandang sebelah mata kaum difabel. Kesempurnaan hanya dilihat dari penampilan fisik tanpa memperhatikan sisi lain dari dalam dirinya, yakni jiwa. Adapun tujuan penulisan karya tulis ini adalah untuk memperdalam dan memahami konsep jiwa menurut Augustinus dalam karya On The Soul and Its Origin. Metode penelitian yang digunakan dalam karya tulis ini adalah metode interpretasi guna memperoleh pengetahuan mengenai konsep jiwa menurut Augustinus dengan sumber data utama dari buku On The Soul and Its Origin. Dari hasil penelitian, penulis menemukan bahwa bagi Augustinus jiwa manusia berasal dari Tuhan. Tuhan menciptakan jiwa dari ketiadaan. Jiwa tidak diciptakan dari bahan yang sudah ada sebelumnya. Augustinus juga meyakini bahwa jiwa merupakan sesuatu yang immortal; sesuatu yang tidak dapat mati. Jiwa tetap abadi meskipun tubuh mengalami kematian. Augustinus juga meyakini bahwa jiwa manusia merupakan sesuatu yang immaterial. Ada tiga argumen yang diajukan, yakni argumen tentang imajinasi, argumen akses kognitif, dan argumen ketidakdapat terbaginya jiwa. Augustinus juga meyakini bahwa jiwa dapat berubah sebab ia berada didunia temporal. Meskipun demikian, jiwa tidak kehilangan identitasnya sebagai suatu prinsip dari sesuatu yang hidup. Augustinus juga mengungkapkan bahwa jiwa ‘ada di mana-mana’. ‘Ada di mana-mana’-nya jiwa tidak bisa diartikan secara spasial sehingga memperlihatkan bahwa ada banyak jiwa dalam satu tubuh. ‘Ada dimana-mana’-nya jiwa harus dipahami sebagai ‘ketegangan vital’ yang memungkinkan jiwa untuk merasakan lebih dari satu bagian tubuh pada waktu yang bersamaan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Augustinus, on the soul and its origin, jiwa, asal-usul jiwa, immortalitas jiwa, immaterialitas jiwa.
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Stefanus Eka Tommy Maryono
Date Deposited: 26 Jul 2019 03:02
Last Modified: 26 Jul 2019 03:02
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18574

Actions (login required)

View Item View Item