Konsep banalitas kejahatan menurut Hannah Arendt

Nugraha, Robertus Bellarminus Aditya Wahyu (2019) Konsep banalitas kejahatan menurut Hannah Arendt. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (246kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III ACC.pdf
Restricted to Registered users only

Download (257kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV ACC.pdf
Restricted to Registered users only

Download (184kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V ACC.pdf

Download (627kB) | Preview

Abstract

Istilah kejahatan diidentikkan dengan sesuatu yang buruk, tindakan manusia yang tidak tepat, dan kecacatan karakter. Sifat kejahatan yang buruk membuat istilah kejahatan sering didefinisikan secara negatif dan dianggap sebagai lawan dari kebaikan. Sepanjang sejarah, agama, aliran kepercayaan, dan filsafat berusaha menjernihkan istilah kejahatan tersebut dengan banyak menyebut bahwa kejahatan berasal dari yang kodratiah dalam diri manusia. Di masa kontemporer, diskursus tentang kejahatan semakin tajam dan kritis dengan munculnya dua perang dunia. Salah satu pemikir kontemporer yang menggagas konsep mengenai kejahatan ialah Hannah Arendt (1906-1975). Arendt berusaha menganalisis masyarakat zaman modern dalam terang peristiwa penting “dunia modern”. Menurut Arendt, peristiwa “dunia modern” seperti Perang Dunia II mengandung unsur kejahatan moral yang mengerikan, khususnya peristiwa holocaust (pemusnahan massal) yang menimpa 6 juta warga Yahudi Eropa. Arendt kemudian berusaha menganalisis kejahatan moral itu dan menemukan adanya “banalitas kejahatan” (banality of evil), yang konsepsinya ia tuangkan dalam buku Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil (1963). "Banalitas kejahatan" merupakan situasi di mana kejahatan dirasakan sebagai sesuatu yang banal atau biasa sekali. Situasi ini dapat dijelaskan melalui analisis Arendt terhadap Eichmann. Menurut Arendt, Eichmann ialah seorang perwira militer yang sangat patuh pada atasan dan negara. Bagi Eichmann, sikap patuh adalah suatu keutamaan dan bukan kejahatan. Selain sikapnya yang hanya menghendaki kemajuan pangkat, Eichmann tidak memiliki motif apapun dalam tindak kejahatannya. Eichmann pun tidak pernah berniat bodoh untuk mengkhianati atau membunuh atasannya demi memuaskan kepentingan pribadi. Sayangnya, menurut Arendt, Eichmann sama sekali tidak menyadari dampak dari tindakan patuhnya. Situasi seperti Eichmann yang terkuasai banalitas kejahatan penulis temukan pula dalam kasus-kasus kejahatan yang pernah maupun sedang terjadi di dunia internasional (ISIS, Kasus Pemberantasan Penjahat Narkoba oleh Presiden Filipina R. Duterte) dan Indonesia (Kisah-Kisah Pemusnahan Massal PKI, Bom Bunuh Diri JAD). Peristiwa-peristiwa banalitas kejahatan yang demikian memiliki urgensi untuk tidak terulang kembali dengan adanya pengertian yang tepat dan komprehensif mengenai arti “banalitas kejahatan”. Berangkat dari latar belakang di atas, penulis tertarik untuk mendalami konsep banalitas kejahatan menurut Hannah Arendt. Adapun tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui konsep banalitas kejahatan dan akar dari banalitas kejahatan menurut Hannah Arendt (inventarisasi karya dan evaluasi kritis), serta memenuhi kelulusan Strata Satu (S1) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jenis data yang digunakan dalam mengerjakan skripsi ini adalah penelitian kualitatif. Cara memperoleh data penelitian ialah dengan studi pustaka, yakni tulisan Hannah Arendt Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil sebagai sumber primer dan ditunjang oleh referensi sekunder lainnya. Jenis penelitian skripsi ini ialah penelitian historis faktual mengenai tokoh. Penulis meneliti pemikiran Hannah Arendt, khususnya topik mengenai banalitas kejahatan dalam salah satu karyanya, yakni Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil. Metode yang digunakan untuk menganalisis teks dalam penelitian skripsi ini ialah metode hermeneutika filosofis Hans-Georg Gadamer yang terdiri dari unsur interpretasi dan unsur kesinambungan historis. Berdasarkan hasil penelitian, banalitas kejahatan bukanlah termasuk salah satu konsep kejahatan yang ditarik dari kodrat manusia seperti halnya dalam pemikiran Agustinus (kejahatan adalah privasi kebaikan, yang mana kebaikan sudah ada dalam diri manusia) dan dalam pemikiran Kant (kejahatan adalah kecenderungan kodrati kehendak manusia yang tidak mengamalkan imperatif kategoris). Arendt melihat bahwa banalitas kejahatan melampaui kejahatan kodrati dan merujuk pada kualitas-kualitas spesifik dari pikiran dan karakter orang yang melakukan tindakan-tindakan jahat, yang mana tindakan-tindakan jahat itu tidak dipandang lagi sebagai tindakan jahat oleh orang yang bersangkutan. Elemen-elemen yang memengaruhi seseorang untuk mengaplikasikan banalitas kejahatan antara lain mental yang normal, ketidakberpikiran, niat dan disfungsi hati nurani, sistem pemerintahan totaliter, penilaian estetis dan arogansi moralitas, dan lenyapnya responsibilitas individu. Totalitarianisme memegang peranan terbesar karena pribadi-pribadi massa dapat dimanfaatkan menjadi mesin pembunuh tanpa mengetahui bahwa ia membunuh, atau berbuat salah tanpa mengetahui bahwa ia berbuat salah. Demikianlah, totalitarianisme telah menjadi suatu sistem politik pembangkit banalitas kejahatan berkat kekuatan ekspansi, pemikiran rasis, aliansi antara mob dan kapital, kemerosotan negara-bangsa, antisemitisme, ideologi, teror, dan dominasi total terhadap warga negaranya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Kejahatan, non-kodrati, Eichmann, banalitas kejahatan, moralitas, fakultas judgment, hati nurani, ketidakberpikiran, totalitarianisme
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Users 6884 not found.
Date Deposited: 26 Jul 2019 02:54
Last Modified: 26 Jul 2019 02:54
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18575

Actions (login required)

View Item View Item