Model optimasi penjadwalan produksi yang terintegrasi dengan mempertimbangkan faktor biaya

Susanto, Rudy (2002) Model optimasi penjadwalan produksi yang terintegrasi dengan mempertimbangkan faktor biaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (286kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (145kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (409kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (193kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Persoalan penjadwalan produksi pada dasarnya adalah pengalokasian sumber daya untuk menyelesaikan sekumpulan pekerjaan agar memenuhi kriteria tertentu. Kriteria tersebut dapat berupa waktu penyelesaian pekerjaan yang minimum, penggunaaan sumber daya yang maksimum, meminimasi total biaya yang ditimbulkan dan kriteria-kriteria lainnya. Ada tiga aspek penting yang akan menentukan pemenuhan kriteria tersebut, yaitu penentuan ukuran lot produksi, penentuan urutan pekerjaan dan penentuan kapasitas produksi yang diperlukan [Tagawa, 1996). Meski pada kenyataannya keputusan yang dibuat untuk salah satu aspek tersebut akan dipengaruhi atau mempengaruhi keputusan untuk aspek-aspek lainnya, tetapi kebanyakan penelitian hanya difokuskan pada salah satu aspek, seolah-olah ketiga aspek tersebut dapat diselesaikan secara terpisah. Oleh karena itu dalam penelitian tugas akhir ini akan dibahas suatu model optimasi penjadwalan produksi yang terintegrasi, meliputi pengalokasian kegiatan produksi yang terintegrasi dengan pengaturan operasi-operasi dari suatu proses jobshop dan perencanaan kapasitas. Tujuannya adalah memenuhi pesanan sejumlah produk yang terjadi pada sejumlah periode dari suatu hoizon perencanaan dengan total biaya yang minimum, meliputi biaya regular-time, biaya over time dan biaya subkontrak. Model optimasi yang dikembangkan merupakan model penjadwalan yang dapat menentukan kapan suatu pesanan harus mulai diproses, dalam ukuran lot berapa, kapan proses akan selesai dan berapa kapasitas yang harus tersedia pada masing-masing periode, termasuk kapasitas lembur maupun subkontrak. Model ini memperhatikan proses pembuatan suatu produk, karena pada kenyataannya beberapa operasi dari proses tersebut mungkin bersaing dalam menggunakan suatu mesin. Oleh karena itu, penentuan ukuran lot produksi dimaksudkan untuk mengalokasikan pekerjaan yang harus dilakukan pada setiap hari kerja. Model ini menjawab persoalan apabila terdapat sejumlah pesanan yang melebihi dari kapasitas lembur yang tersedia, oleh karena itu digunakan alternatif subkontrak untuk mengatasi pesanan yang tidak dapat dipenuhi oleh kapasitas lembur tersebut. Selain itu model ini juga memperhatikan adanya pembobotan antara regular-time dan over-time (lembur) yang berupa biaya regular dan biaya lembur, hal ini dimaksudkan agar pemakaian kapasitas regular-time lebih didahulukan dari pada over-time. Karena pada kenyataannya over-time itu digunakan pada saat kapasitas regular sudah tidak dapat digunakan untuk memenuhi permintaan. Begitu juga dengan subkontrak dilakukan pembobotan untuk masing-masing job sehingga job yang memiliki biaya terbesar akan dimaksimalkan terlebih dahulu.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 27 May 2015 02:03
Last Modified: 27 May 2015 02:03
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1860

Actions (login required)

View Item View Item