Konsep dulia dalam perspektif Thomas Aquinas

Luntungan, Johnny (2019) Konsep dulia dalam perspektif Thomas Aquinas. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
text (Bab 1).pdf

Download (766kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
text (Bab 2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (636kB)
[img] Text (BAB 3)
text (Bab 3).pdf
Restricted to Registered users only

Download (818kB)
[img]
Preview
Text (BAB 4)
text (Bab 4).pdf

Download (529kB) | Preview

Abstract

Latar belakang skripsi ini adalah keinginan penulis memahami hakikat dulia. Penelurusan hakikat dulia tersebut dilakukan lewat penelitian akan karya Thomas Aquinas, Summa Theologica yang secara khusus membahas dulia pada buku Secunda Secundae, Questio no.103. Pembahasan dulia pada bagian tersebut merupakan bagian kecil dari pembahasan secara besar akan keutamaan. Kehormatan adalah salah satu kebutuhan dalam hidup, dan merupakan salah satu hak asasi kita sebagai manusia. Kehormatan membuat hidup semakin bahagia, entah secara pribadi maupun bagi keluarga dan masyarakat. Meski demikian, kehormatan tidak berasal dari dalam diri kita, melainkan muncul dari pikiran orang lain. Seseorang tidak akan bisa memiliki kehormatan tanpa keterlibatan orang lain di sekitarnya. Oleh sebab itu, kehormatan seseorang tidak mungkin terlepas dari tindakan menghormati yang dilakukan oleh orang lain. Tindakan menghormati orang lain itulah dulia dalam pemahaman secara luas. Ada banyak cara dan alasan untuk menghormati seseorang, juga banyak alasan yang salah untuk menghormati. Terkadang kesalahpahaman akan makna tindakan menghormati dapat membingungkan kita. Contohnya dapat kita lihat ketika umat Gereja Katolik melakukan penghormatan kepada orang-orang yang telah meninggal, yang dinyatakan sebagai orang-orang kudus. Penghormatan kepada orang-orang kudus itu juga disebut sebagai dulia oleh Gereja Katolik. Penulis melakukan studi pustaka terhadap karya Thomas, Summa Theologica yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Fathers of the English Dominican Province dan diterbitkan oleh Ave Maria Press tahun 1948. Karya Thomas yang lain seperti Summa Contra Gentiles juga ikut memperkaya tulisan ini. Di samping itu, masih banyak sumber lain dari para komentator, jurnal ilmiah maupun artikel sebagai suplemen yang turut membantu pemahaman penulis dalam memahami konsep dulia menurut Thomas Aquinas. Dari hasil belajarnya, penulis mengambil kesimpulan bahwa konsep dulia Thomas bersifat rasional karena dapat dipahami secara alamiah oleh pikiran manusia ketika dibahas dalam kerangka keutamaan moral keadilan. Pemberian penghormatan yang adil harus selalu diberikan kepada seseorang karena keunggulan yang mereka miliki. Keunggulan tersebut dapat dilihat dari tiga kemungkinan. Pertama, kodrat orang yang kita hormati. Kedua, kebaikan pribadi atau derajat kesempurnaan keutamaan dalam diri orang yang kita hormati. Ketiga, keterhubungan orang yang dihormati dengan pihak lain. Penulis mendapati bahwa terdapat sedikit perbedaan di antara konsep dulia yang dibahas oleh Thomas dengan dulia dalam pemahaman Gereja Katolik tentang penghormatan kepada orang kudus. Konsep dulia Thomas mencakup pemahaman yang lebih luas dibandingkan dengan dulia dalam pemahaman Gereja Katolik yang ditujukan kepada orang-orang kudus saja. Meski demikian, Thomas memiliki pemahaman yang sama dengan Gereja Katolik bahwa dulia bukanlah latria atau penghormatan kepada Yang Ilahi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Dulia, keadilan, keutamaan, kehormatan, manusia, orang kudus
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Users 6911 not found.
Date Deposited: 10 Jul 2019 02:15
Last Modified: 10 Jul 2019 02:15
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18626

Actions (login required)

View Item View Item