Konsep kebahagiaan menurut Aristoteles dalam Nicomachean Ethics buku I dan X

Mario, Bonaventura (2019) Konsep kebahagiaan menurut Aristoteles dalam Nicomachean Ethics buku I dan X. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK_bona.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (213kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (393kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (641kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (434kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini disusun untuk mengetahui pengertian kebahagiaan menurut Aristoteles dalam Nicomachean Ethics buku I dan X. Pengertian kebahagiaan menurut Aristoteles ini dicari tahu karena pentingnya keberadaan kebahagiaan sebagai tujuan akhir sebagai dasar dari pilihan tindakan-tindakan moral manusia. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah studi pustaka atas karya Aristoteles yang berjudul Nicomachean Ethics pada buku I dan buku X yang memang memuat inti pemikiran Aristoteles tentang kebahagiaan. Sebelum melakukan studi atas Nicomachean Ethics buku I dan buku X penulis menunjukkan riwayat hidup Aristoteles dan gambaran panoramis mengenai Nicomachean Ethics. Di samping itu, ditunjukkan susunan dan isi pokok dari Nicomachean Ethics buku I dan buku X. Aristoteles menunjukkan bahwa kebahagiaan adalah tujuan akhir dari tindakan manusia yang mencukupi pada dirinya sendiri dan yang dipilih dan diinginkan bukan untuk sesuatu yang lain. Sebagai tujuan tertinggi yang permanen, kebahagiaan ini terletak dalam aktivitas berkeutamaan. Aktivitas berkeutamaan ini didahului pengertian akan fungsi kodrati manusia. Untuk mengetahui ini dituntut penggunaan rasio secara tepat. Di sini aplikasi kontemplasi atau berfilsafat untuk mengetahui hakikat dari suatu hal dan kebenaran-kebenaran mutlak secara tepat merupakan tuntutan. Pada hidup berkeutamaan ini ada kombinasi apa yang teoretis berupa pengetahuan akan fungsi kodrati manusia dan yang teoretis berupa aplikasi atasnya dalam praksis atau tindakan-tindakan moral. Kebahagiaan melalui hidup berkeutamaan ini tidak terpisah dari relasi sosial. Menurut Aristoteles hidup berkeutamaan yang merupakan letak kebahagiaan itu diperoleh dengan belajar atau pendidikan dan praktik berulang-ulang atau pembiasaan. Konsep kebahagiaan Aristoteles direfleksikan penulis dengan menghubungkan dan membandingkannya dengan konsep kebahagiaan menurut Plato dan Thomas Aquinas. Tampak kebaruan atau keunggulan konsep kebahagiaan Aristoteles atas konsep kebahagiaan Plato. Tampak juga sumbangan paham kebahagiaan Aristoteles pada konsep kebahagiaan Thomas Aquinas. Penulis kemudian menguji kememadaian konsep kebahagiaan Aristoteles dengan memperhatikan kritik-kritik atasnya di samping membuat kritik pribadi atasnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Kebahagiaan, eudaimonia, Nicomachean Ethics, tujuan akhir, keutamaan, etika, kodrat
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Users 6901 not found.
Date Deposited: 05 Jul 2019 05:07
Last Modified: 12 Aug 2019 03:20
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18650

Actions (login required)

View Item View Item