Studi penggunaan digoksin pada pasien gagal jantung rawat inap di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya

Sugiyono, Yusufi (2019) Studi penggunaan digoksin pada pasien gagal jantung rawat inap di Rumkital Dr. Ramelan Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK-digabungkan (1).pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1 (MARE).pdf

Download (102kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2 (MARE).pdf
Restricted to Registered users only

Download (521kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3 (MARE).pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4 NEW (MARE).pdf
Restricted to Registered users only

Download (285kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5 NEWW (MARE)-digabungkan.pdf

Download (314kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN -digabungkan.pdf
Restricted to Registered users only

Download (526kB) | Request a copy

Abstract

Gagal jantung adalah sindrom klinis yang disebabkan oleh kelainan struktur atau fungsi jantung, terapi farmakologis untuk gagal jantung terdiri dari ACE-I, antagonis angiotensin II, diuretik, antagonis aldosterone, β-blocker, vasodilator lain, digoksin, obat inotropik lain, antitrombolitik dan antiaritmia. Digoksin merupakan glikosida jantung yang bekerja dengan cara meningkatkan kontraksi otot jantung, digoksin utamanya digunakan pada pasien gagal jantung dan fibrilasi atrium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan digoksin pada pasien gagal jantung rawat inap di Rumkital Dr.Ramelan Surabaya. Penelitian ini bersifat observasional dengan pengumpulan data secara retrospektif dengan menggunakan 17 rekam medis pasien gagal jantung rawat inap selama Januari 2017- Desember 2017 dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian, Digoksin tidak digunakan tunggal melainkan kombinasi, kombinasi dengan diuretik 17 pasien (31%), kombinasi dengan antihipertensi 14 pasien (26%), kombinasi dengan inotropik lain 7 pasien (12%) dan kombinasi dengan diuretik dan antihipertensi 17 pasien (31%). Kombinasi digoksin dengan satu diuretik terbanyak yaitu Digoksin (1x0,25 mg) po + Furosemid (2x40mg) iv (16,7%) , kombinasi dengan dua diuretik terbanyak yaitu Digoksin (1x0,25mg) po + Furosemid (1x40mg) po + Spironolactone (1x25mg) po (19%), kombinasi dengan tiga diuretik terbanyak yaitu Digoksin (1x0,25mg) po + Furosemid (5mcg/jam) pump + Spironolactone (2x50mg) po + HCT (1x25mg) po (50%).Pola kombinasi digoksin dengan inotropik lain terbanyak yaitu Digoksin (1x0,25mg) po + Dopamin (3mcg/menit) pump (40%), pola kombinasi digoksin dengan antihipertensi terbanyak yaitu Digoksin + Ace Inhibitor (32%) dan pola kombinasi digoksin dengan diuretik dan antihipertensi yaitu Digoksin (1x0,125mg) po + Valsartan (1x40mg) po + Furosemid (3x40mg) iv (7,5%).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Digoksin, gagal jantung, rawat inap
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 7090 not found.
Date Deposited: 13 Jul 2019 01:31
Last Modified: 13 Jul 2019 01:31
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/18933

Actions (login required)

View Item View Item