Konsep alienasi kerja menurut Karl Marx dalam buku economic and philosophic manuscripts of 1844

Setefen, Markus Hariadi (2019) Konsep alienasi kerja menurut Karl Marx dalam buku economic and philosophic manuscripts of 1844. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (3MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (165kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (291kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf

Download (269kB) | Preview

Abstract

Istilah alienasi diidentikkan dengan suatu kondisi keterasingan. Pembahasan alienasi bukanlah merupakan suatu tema yang baru di dalam pembahasan filsafat. Karl Marx secara cermat menguraikan alienasi yang terjadi pada kerja. Sejak terjadinya revolusi industri pertama, yang ditandai dengan penemuan mesin uap, manusia mulai mengalami dimensi keterasingan dalam kerja. Revolusi industri pertama menyebabkan jurang pemisah antara kaum kapitalis dan kaum buruh. Keduanya berada di dalam dua kepentingan yang berbeda. Kaum kapitalis menginginkan laba yang besar dari modalnya, sedangkan kaum buruh menginginkan upah yang besar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Konflik antara kaum kapitalis dan kaum buruh, terutama dalam sistem ekonomi-politik, telah memantik Karl Marx untuk membahas alienasi kerja di dalam buku yang berjudul Economic and Philosophic Manuscripts of 1844 dari Karl Marx. Konsep alienasi kerja dari Karl Marx adalah manusia tidak dapat merealisasikan dirinya secara bebas dan universal dalam bekerja. Kemudian, Karl Marx menguraikan adanya empat jenis alienasi atau keterasingan dalam kerja, yaitu alienasi dari hasil produksi, alienasi dari proses produksi, alienasi dari kemanusiaan dan alienasi dari manusia lainnya. Menurut Karl Marx, semua alienasi itu dapat dihilangkan dengan penghapusan hak milik pribadi dan sistem upahan. Adapun tujuan penelitian skripsi ini adalah untuk mengetahui konsep alienasi kerja dari Karl Marx, merefleksikan konsep alienasi kerja dalam konteks kehidupan pekerja saat ini, serta memenuhi kelulusan Strata Satu (S1) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Jenis data yang digunakan dalam mengerjakan skripsi ini adalah penelitian kualitatif. Cara memperoleh data penelitian ialah dengan studi pustaka, yakni tulisan Karl Marx yang berjudul Economic and Philosophic Manuscripts of 1844 sebagai sumber primer dan ditunjang oleh referensi sekunder lainnya. Jenis penelitian skripsi ini ialah penelitian historis faktual mengenai tokoh. Penulis meneliti pemikiran Karl Marx, khususnya pembahasan mengenai alienasi kerja dalam karyanya, yakni Economic and Philosophic Manuscripts of 1844. Metode yang digunakan dalam menganalisis data penelitian skripsi ini ialah kombinasi dari metode interpretasi dan kesinambungan historis. Berdasarkan hasil penelitian dari penulis, alienasi kerja menyebabkan manusia tidak dapat bekerja secara bebas dan universal. Kerja merupakan kegiatan khas manusia. Melalui kerja, manusia dapat berdinamika dengan alam. Ia juga dapat mengekspresikan dirinya. Akan tetapi, masyarakat kapitalis telah memonopoli aktualisasi diri manusia dalam bekerja. Para kapitalis mengejar keuntungan sebanyak-banyaknya dari kerja keras para buruh yang tidak memiliki modal. Para buruh hanya mengandalkan tenaga untuk dijual kepada para kapitalis. Konflik di antara para kapitalis dan buruh menyulutkan alienasi dalam bekerja. Menurut Marx, segala macam alienasi kerja disebabkan oleh adanya hak milik perseorangan dan sistem upahan. Marx mengusulkan penghapusan hak milik perseorangan dan sistem upahan untuk emansipasi kemanusiaan. Kemudian, penulis sependapat dengan Franz Magnis-Suseno bahwa Marx menyempitkan kekhasan hakikat manusia hanya pada kerja dan Karl Marx menyudutkan hak milik pribadi dan sistem upahan sebagai akar dari alienasi kerja. Di samping itu, penulis tertarik dengan ulasan Herbert Marcuse bahwa manusia satu dimensi telah hanyut pada dimensi afirmatif saja dan menghilangkan dimensi negatif atau kritis. Sebenarnya dimensi kritis diperlukan untuk membongkar konteks alienasi yang aktual dan menyuarakan ketidakadilan dalam kerja saat ini.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Alienasi, kerja, hak milik pribadi, upah kerja, pemodal (majikan), pekerja (buruh)
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Users 7206 not found.
Date Deposited: 13 Jul 2019 01:33
Last Modified: 13 Jul 2019 01:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/19117

Actions (login required)

View Item View Item