Konsep language-games menurut Ludwig Wittgenstein dalam philosophical investigations

Bartyan, Vincentius Narra (2019) Konsep language-games menurut Ludwig Wittgenstein dalam philosophical investigations. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (521kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (515kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB IV.pdf

Download (810kB) | Preview

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh keinginan penulis menyelidiki situasi masyarakat dewasa ini, terutama masyarakat Indonesia. Setiap manusia bertindak berdasarkan sesuatu yang menjadi latar belakang dari kehidupannya. Latar belakang budaya, keluarga, bahasa, agama, dan sebagainya, dapat menjadi dasar bagi manusia untuk bertindak. Salah satu tindakan manusia ialah komunikasi dan menyampaikan pandangannya kepada orang lain, dan tindakan ini menjadi suatu tindakan penting dalam kehidupan manusia secara keseluruhan. Permasalahan yang timbul kemudian adalah perbedaan yang seringkali menjadi sumber konflik karena keterbatasan pemahaman antar kelompok. Pertikaian yang seringkali terjadi antar individu maupun kelompok terkait dengan keyakinan dari masing-masing pihak ini pada akhirnya akan membawa pada suatu dialog mengenai latar belakang maupun kultur masing-masing pihak agar dapat mencapai suatu komunikasi yang saling memahami. Perbedaan pikiran serta pandangan antar individu maupun kelompok juga ditemukan di dalam komunikasi antar agama, yang seringkali berujung pada pertikaian. Persoalan mengenai perbedaan ini selalu tidak menemukan jalan keluar karena perbedaan yang diperdebatkan ini muncul dalam hal keyakinan yang diimani, dan perbedaan ini saling bertolak belakang satu sama lain. Permasalahan yang terjadi di dalam komunikasi antar kelompok maupun individu yang berbeda ini memberikan bukti bahwa persoalan yang terjadi merupakan persoalan bahasa. Persoalan bahasa mengindikasikan perlunya suatu upaya untuk memahami Language-Games dari masing-masing kelompok agar persoalan bahasa ini dapat diatasi dan upaya untuk saling memahami antar individu maupun kelompok dapat diwujudkan. Salah seorang filsuf yang membahas mengenai persoalan bahasa untuk memahami orang lain dengan konsep Language-Games ialah Ludwig Wittgenstein (1889-1951). Konsep Language-Games ini dikemukakan oleh Wittgenstein agar setiap orang dapat saling mengenal serta memahami latar belakang dari orang-orang yang diajak berkomunikasi; dengan cara mengetahui cara pandang maupun logika berpikir dari masing-masing orang yang memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda, sehingga setiap orang dapat saling memaklumi perbedaan yang ada dalam bersikap maupun bertindak. Tujuan dari penelitian skripsi ini adalah untuk memenuhi kelulusan Strata Satu (S1) Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, memperdalam pemikiran filosofis dari Ludwig Wittgenstein tentang Language-Games, mengajukan relevansi terkait dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, melalui konsep Language-Games. Jenis data yang digunakan dalam mengerjakan skripsi ini adalah data kualitatif. Cara memperoleh data penelitian ialah dengan studi pustaka, yakni buku Philosophical Investigations sebagai sumber primer dan ditunjang oleh referensi sekunder lainnya yang berbicara seputar Language-Games. Jenis penelitian skripsi ini ialah penelitian meta-analisis dari Philosophical Investigations. Penulis meneliti pemikiran Ludwig Wittgenstein, khususnya pembahasan mengenai konsep Language-Games. Metode yang digunakan untuk menganalisis teks dalam penelitian skripsi ini ialah metode interpretasi teks a la Gadamer. Berdasarkan hasil penelitian, konsep Language-Games merupakan gagasan mengenai keseluruhan proses penggunaan bahasa dari seseorang dan pembelajaran dari penggunaan bahasa yang digunakan oleh lingkungan di mana ia tinggal. Language-Games ini dapat juga menjadi metode untuk melihat proses seseorang belajar menggunakan bahasa, dan Language-Games ini bukan suatu metode dalam hal menganalisa pengalaman privat yang membentuk sebuah bahasa. Ketika seseorang hendak mengerti mengenai bahasa lain yang ia temui, maka ia harus memahami Language-Games dari bahasa itu. Selain itu, Wittgenstein mengatakan bahwa filsafat adalah perang melawan pemujaan terhadap akal budi melalui makna bahasa. Maka dari itu, filsafat memiliki tugas untuk membongkar satu demi satu omong kosong tak bermakna sehingga pemahaman yang diperoleh dapat menembus batas dari bahasa. Menurut Wittgenstein, setiap orang memperoleh pengetahuan dari bahasa yang dipelajari dari lingkungannya. Karena perbedaan permainan bahasa ini, setiap orang dan kelompok yang berjumpa dengan orang atau kelompok lain perlu saling belajar memahami language-games masing-masing. Di sinilah diperlukan dialog antar language-games.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Language-games, pemahaman, permainan bahasa, perbedaan, makna dan penggunaan bahasa
Subjects: Philosophy
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Users 7203 not found.
Date Deposited: 13 Jul 2019 01:36
Last Modified: 13 Jul 2019 01:36
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/19130

Actions (login required)

View Item View Item