Penentuan aktivitas antipiretik dan antiinflamasi asam 3-klorobenzoil salisilat pada tikus putih jantan galur wistar

Fitrianty, Yusiska (2010) Penentuan aktivitas antipiretik dan antiinflamasi asam 3-klorobenzoil salisilat pada tikus putih jantan galur wistar. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (913kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (573kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (87kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (934kB) | Preview

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas antipiretik dan antiinflamasi dari asam 3-klorobenzoil salisilat dan asetosal pada tikus putih jantan galur wistar. Pada uji aktivitas antipiretik dilakukan dengan metode penginduksi panas, menggunakan alat thermometer digital, pengukuran dilakukan tiap 30 menit selama 4 jam, sedangkan untuk uji aktivitas antiinflamasi menggunakan metode Paw Oedema, menggunakan alat plethysmometer, pengukuran dilakukan tiap 1 jam selama 4 jam. Hewan percobaan yang digunakan adalah tikus putih jantan sebanyak 110 ekor yang dibagi menjadi 11 kelompok untuk masing-masing uji aktivitas. Masing-masing kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok perlakuan diberi suspensi asam 3-klorobenzoil salisilat dengan dosis 15, 30, 45, 60 dan 75 mg/kgBB. Kelompok pembanding diberi suspensi asetosal dengan dosis 15, 30, 45, 60 dan 75mg/kgBB dan kelompok kontrol diberi suspensi CMC Na 0,5%. Masing-masing dosis diberikan secara intraperitoneal (i.p) dengan volume pemberian 1,5ml/200gBB. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan anava satu arah dan HSD 5% dan diketahui bahwa senyawa asam 3- klorobenzoil salisilat dan asetosal mempunyai efek antipiretik dan antiinflamasi bila dibandingkan dengan kontrol. Untuk antipiretik, nilai ED50 asam 3-klorobenzoil salisilat 17,62mg/kg dan asetosal 22,86mg/kg, sedangkan untuk antiinflamasi nilai ED50 asam 3-klorobenzoil salisilat 52,19mg/kg dan asetosal 42,19mg/kg hasil ini didapatkan dari regresi probit. Dari harga ED50 kedua senyawa dapat disimpulkan bahwa penambahan gugus kloro pada asam salisilat pada posisi orto dapat menaikkan aktivitas antipiretik dan menurunkan aktivitas antiinflamasinya. Dari harga % penurunan suhu tubuh dan % inhibisi edema asam 3-klorobenzoil salisilat dan asetosal pada dosis yang sama (15mg/kg) didapatkan bahwa aktivitas antipiretik dan antiinflamasi asam 3-klorobenzoil salisilat lebih tinggi dibandingkan dengan asetosal.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Pharmacy" not defined]
Uncontrolled Keywords: Asam 3-klorobenzoil salisilat, asetosal, antipiretik, antiinflamasi, ED50, metode penginduksi panas, metode paw oedema.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Vincentius Widya Iswara
Date Deposited: 20 Mar 2015 04:22
Last Modified: 20 Mar 2015 04:22
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/1968

Actions (login required)

View Item View Item