Analisis penerimaan pemilih millenial mengenai pesan anti poligami dalam video pidato Grace Natalie dan video Giring Ganesha pada kampanye partai Solidaritas Indonesia pada pemilu 2019

Timotius, Maverick (2019) Analisis penerimaan pemilih millenial mengenai pesan anti poligami dalam video pidato Grace Natalie dan video Giring Ganesha pada kampanye partai Solidaritas Indonesia pada pemilu 2019. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (922kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (715kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (372kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (413kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (570kB)

Abstract

Fokus penelitian ini untuk mengetahui penerimaan pemilih millennial terhadap pesan anti poligami dalam dua produk kampanye politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yaiu pidato Grace Natalie dan video unggahan Giring Ganesha. PSI merupakan salah satu partai baru dalam kontestasi pemilu 2019 yang menggunakan pendekatan komunikasi politik berbeda. PSI sering menggunakan isu-isu kontroversial seperti menolak perda agama, melawan penutupan rumah ibadah agama minoritas, serta yang menjadi fokus dalam penelitian ini, anti poligami. Sebagaimana disampaikan Hall (2005:119) pesan yang dikirimkan melalui media tidak selalu identik dengan makna yang terbentuk pada benak audiens. Dengan begitu terdapat empat informan yang akan dianalisa penerimaannya. Ada tiga gagasan yang menjadi topik analisis, yaitu poligami sebagai wujud ketidakadilan pada perempuan, menolak perilaku poligami, dan partai pendatang baru dengan sikap melawan. Informan memiliki posisi penerimaan yang serupa dalam menerima tiap gagasan. Informan yang setuju dengan poligami cenderung berada pada posisi penerimaan opposition. Poligami oleh informan ini dimaknai sebagai ibadah yang pasti bertujuan baik, Sehingga informan menolak gagasan dari PSI. Informan yang tidak setuju dengan poligami cenderung berada pada posisi penerimaan dominant dan negotiated. Meski memiliki pemaknaan poligami yang sama, informan bisa berada pada posisi yang berbeda. Perbedaan posisi ini dipengaruhi kadar toleransi informan terhadap poligami. Informan yang memiliki pengalaman secara langsung akan memiliki kadar toleransi yang lebih rendah dari informan yang tidak berpengalaman. Kadar toleransi ini yang kemudian menentukan informan untuk menerima secara penuh atau sebagian saja gagasan dari PSI.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Ilmu Komunikasi
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorKrisdinanto, NanangNIDN0726126602UNSPECIFIED
Thesis advisorFista, Brigitta Revia SandyNIDN0715108903UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Anti resepsi, kampanye politik, anti poligami, political public relations
Subjects: Communication Science
Divisions: Faculty of Communication Science > Communication Science Study Program
Depositing User: Users 7667 not found.
Date Deposited: 15 Jan 2020 02:41
Last Modified: 15 Jan 2020 02:41
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/20552

Actions (login required)

View Item View Item