Tingkat perilaku bullying dengan konsep diri pada remaja awal pria

Prasetyo, Eli (2004) Tingkat perilaku bullying dengan konsep diri pada remaja awal pria. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (247kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (228kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (596kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (120kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (315kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (551kB) | Preview

Abstract

Subyek remaja sering melakukan tindakan agresi dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Tindakan agresi yang ditampilkan secara fisik atau verbal yang dilakukan terhadap teman-teman di sekolah disebut dengan bullying. Berdasarkan literatur, para pelaku bullying adalah remaja yang kurang populer atau mengalami penolakan sosial dari teman-temannya. Populer atau tidaknya seorang remaja berkaitan erat dengan konsep diri yang dimiliki oleh remaja. Remaja dengan konsep diri negatif cenderung memunculkan perilaku agresi sebagai kompensasinya. Penelitian dilakukan terhadap siswa-siswa SMP YP Trisila yang memiliki ciri­ ciri siswa pernah melakukan bullying dan berjenis kelamin laki-laki. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, karena pengambilan subyek berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan skala. Skala yang dipakai adalah skala konsep diri dan perilaku bullying. Hasil dari penelitian ini dengan teknik korelasi Non Parametrik Spearman menunjukkan r = -0,014 dengan p = 0,464 (p > 0,05). Jadi tidak ada hubungan yang signifikan antara konsep diri dengan tingkat perilaku bullying pada remaja awal pria. Berdasarkan distribusi frekuensi konsep diri, 44,43 % subyek memiliki konsep diri yang tinggi, sedangkan berdasarkan distribusi frekuensi perilaku bullying, 44,48% subyek memiliki perilaku bullying yang sangat rendah. Hasil penelitian yang tidak signifikan mungkin disebabkan karena subyek tidak mau atau takut mengungkapkan perilaku bullying yang sesungguhnya sehingga terjadi bias terhadap jawaban yang diberikan pada skala. Untuk peneliti lanjutan, disarankan untuk menggunakan penelitian kualitatif atau dengan jalan observasi partisipan sehingga subyek penelitian merasa tidak takut untuk rnengungkapkan diri mereka yang sesungguhnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 11 May 2015 02:50
Last Modified: 11 May 2015 02:50
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2063

Actions (login required)

View Item View Item