Hubungan antara efektivitas komunikasi dengan stres kerja pada karyawan di P.T. Batam Textile

Susanti, Dwi (2004) Hubungan antara efektivitas komunikasi dengan stres kerja pada karyawan di P.T. Batam Textile. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (140kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (442kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (134kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (343kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (180kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Stres kerja pada karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya adalah variabel dalam penelitian ini yaitu efektivitas komunikasi. Karyawan memiliki efektivitas komunikasi yang tinggi maka akan memiliki stres kerja yang rendah, sedangkan karyawan yang memiliki efektivitas komunikasi yang rendah akan memiliki stres kerja yang tinggi. Hal ini berarti bila karyawan mampu berkomunikasi secara efektif maka akan memiliki stres kerja yang rendah. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara efektivitas komunikasi dengan stres kerja. Subyek dalam penelitian ini adalah karyawan di P.T Batam Textile pada semua bagian. Pengambilan data dilakukan dengan angket efektivitas komunikasi dan angket stres kerja. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi non parametrik Kendall dengan menggunakan program SPSS versi 9.0. Dari 100 subyek yang diperoleh, setelah data dianalisis, maka diperoleh hasil bahwa: I. Ada hubungan yang signifikan antara efektivitas komunikasi dengan stres kerja 2. Sebagian besar subyek (55%) memiliki efektivitas komunikasi yang tinggi dan sangat tinggi, (12%) subyek memiliki efektivitas komunikasi sedang dan (33%) subyek memiliki efektivitas komunikasi yang rendah.. 3. Sebagian besar subyek ( 46%) memiliki stres kerja yang tinggi, (27%) subyek memiliki stres kerja yang sedang dan (37%) subyek memiliki stres kerja yang rendah dan sangat rendah. 4. Sumbangan efektif variabel efektivitas komunikasi terhadap stres kerja hanya 19% sehingga masih ada 81% variabel lain yang ikut mempengaruhi stres kerja. Disarankan bagi peneliti lanjutan untuk meneliti variabel-variabel lain yang mungkin mempengaruhi stres kerja seperti tekanan persaingan, perputaran shif kerja, aturan birokrasi, tantangan teknologi, sentralisasi dan formalisasi, konflik antar pegawai, spesialisasi, konflik dan kekaburan peran, tidak adanya kesempatan untuk bersaing, kontrol yang ketat, penilaian kerja yang kurang, sentralisasi pengambilan keputusan, sistem pemberian hukuman, lingkungan kerja yang padat, polusi udara, bau yang menyengat, kondisi yang berbahaya, kurang penerangan, ketegangan fisik dan mental, racun kimia dan radiasi.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 11 May 2015 02:51
Last Modified: 11 May 2015 02:52
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2067

Actions (login required)

View Item View Item