Kajian tingkat penambahan ampas tahu dan bekatul dalam media limbah cair tahu pada produksi protein sel tunggal dengan kapang Phanerochaete chrysosporium

Herawati, Inneke (1999) Kajian tingkat penambahan ampas tahu dan bekatul dalam media limbah cair tahu pada produksi protein sel tunggal dengan kapang Phanerochaete chrysosporium. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (203kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (58kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (155kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (285kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (112kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (316kB) | Preview

Abstract

Limbah merupakan masalah yang harus dihadapi oleh tiap negara. Bila limbah tersebut dibiarkan tanpa penanganan akan menimbulkan pencemaran lingkungan. Di Indonesia salah satu limbah yang perlu diperhatikan adalah limbah hasil pengolahan tahu, baik yang berbentuk cair maupun padat. Limbah cair tahu masih memiliki kandungan nilai gizi yang cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk produksi protein sel tunggal (PST). Agar diperoleh hasil yang lebih baik maka diperlukan penambahan bekatul sebagai sumber C dan ampas tahu sebagai sumber N. Protein sel tunggal adalah protein yang berasal dari mikroorganisme bersel satu atau lebih yang sederhana seperti bakteri, khamir, jamur, ganggang dan protozoa. PST merupakan sumber protein yang potensial dan murah karena substrat yang digunakan dapat berasal dari limbah atau sisa-sisa pengolahan hasil pertanian sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Mikroorganisme yang dapat dipergunakan dalam produksi PST adalah Phanerochaete chrysosporium karena jamur ini mengandung protein tinggi dan mudah tumbuh pada limbah pertanian seperti limbah cair tahu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh tingkat penambahan ampas tahu dan bekatul pada media limbah cair tahu terhadap kadar protein dan berat kering protein sel tunggal. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial, yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu konsentrasi ampas tahu 0,5%; 1,0%; 1,5% dan konsentrasi bekatul 1,0%; 1,5%; 2,0% dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Analisa yang dilakukan terhadap protein sel tunggal yang dihasilkan meliputi analisa kadar protein, berat kering sel, pH media dan yield protein. Variasi tingkat penambahan ampas tahu dan bekatul dalam produksi protein sel tunggal P. chrysosporium memberikan perbedaan nyata pada berat kering sel, kadar protein, yield protein dan pH media. Secara keseluruhan hasil terbaik adalah PST dengan penambahan ampas tahu sebanyak 1,0% dan bekatul sebanyak 2,0% karena dengan perlakuan tersebut dihasilkan PST dengan kadar protein tertinggi yaitu sebesar 36,09% dan yield protein tertinggi yaitu sebesar 77,79%. Selain itu, dari hasil penelitian terlihat bahwa penambahan ampas tahu sampai konsentrasi 1,0% akan memberikan hasil produk dengan kadar protein yang maksimal. Sedangkan penambahan bekatul sampai konsentrasi 2,0% masih diperoleh kadar protein sel yang meningkat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 29 Apr 2015 03:31
Last Modified: 29 Apr 2015 03:31
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2075

Actions (login required)

View Item View Item