Pengaruh waktu perendaman terhadap proporsi hasil dan sifat fisikokimia beras pratanak dari gabah varietas IR 64

Go, Ling-Ling (1999) Pengaruh waktu perendaman terhadap proporsi hasil dan sifat fisikokimia beras pratanak dari gabah varietas IR 64. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (184kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (104kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (105kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (232kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (73kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (460kB) | Preview

Abstract

Beras pratanak adalah beras yang telah diperlakukan terlebih dahulu sebelum penggilingan dengan beberapa tahap perlakuan yaitu pembersihan, perendaman, pengukusan dan pengeringan gabah. Varietas gabah IR 64 sesuai untuk proses pratanak karena bentuknya yang panjang dan ramping mengakibatkan air dan panas segera dapat mencapai bagian tengah endosperm sehingga proses perendaman dan pemanasan dapat berlangsung lebih cepat dan lebih mudah dan akhirnya kualitas giling menjadi lebih baik. Selain itu beras tersebut banyak ditemui di Jawa Timur dan tekstur nasi yang dihasilkan pulen sehingga disukai oleh konsumen. Proses pembuatan beras pratanak ini meliputi sortasi, penimbangan, perendaman, pengukusan, pengeringan, conditioning dan penggilingan. Proses pratanak dengan cara tradisional menggunakan waktu perendaman selama 24-48 jam pada suhu kamar, pengukusan menggunakan ketel dan pengeringan menggunakan sinar matahari. Pada proses tradisional ini, banyak sekali kelemahan-kelemahan yang ditimbulkan. Salah satu kelemahannya adalah terjadi perubahan warna beras dari putih menjadi kuning kecoklatan, oleh karena itu untuk mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut digunakan proses pratanak yang dimodifikasi dengan mempersingkat waktu perendaman dan pengeringan dengan oven sehingga kondisi selama proses dapat dikendalikan dan mempersingkat proses. Masalah yang akan diteliti adalah berapa waktu perendaman yang tepat untuk menghasilkan proporsi hasil maupun sifat fisikokimia beras pratanak yang baik. Rancangan percobaan yang dipilih adalah rancangan acak kelompok yang disusun secara non faktorial terdiri dari lima tingkat perendaman (8 jam, 16 jam, 24 jam, 32 jam dan 40 jam) dengan pengulangan lima kali. Parameter yang diukur adalah kadar N-terlarut; proporsi beras utuh, beras kepala, beras patah dan beras menir; intensitas warna; organoleptik kesukaan terhadap kepulenan dan warna. Hasil Analisis Sidik Ragam menunjukkan ada beda nyata antar perlakuan yang berarti waktu perendaman yang berbeda berpengaruh terhadap kadar N-terlarut; proporsi beras utuh, beras kepala, beras patah dan beras menir, intensitas warna; organoleptik kesukaan terhadap kepulenan dan warna. Kesimpulan yang bisa diambil dari hasil penelitian ini adalah waktu perendaman 24 jam merupakan waktu perendaman yang tepat karena menghasilkan beras pratanak yang paling baik ditinjau dari proporsi hasil dan sifat fisikokimianya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 29 Apr 2015 03:33
Last Modified: 29 Apr 2015 03:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2076

Actions (login required)

View Item View Item