Uji antipiretik patch ekstrak etanol alang-alang dengan Enhancher Isopropyl Myristate dan Matrik Kitosan terhadap temperatur dan jumlah limfosit tikus putih

Hidhayani, Iza Nur (2019) Uji antipiretik patch ekstrak etanol alang-alang dengan Enhancher Isopropyl Myristate dan Matrik Kitosan terhadap temperatur dan jumlah limfosit tikus putih. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (240kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (284kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (719kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (484kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (470kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (293kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Demam merupakan salah satu gejala dari suatu penyakit dan bukan merupakan penyakit tersendiri. Demam dikatakan apabila suhu tubuh melewati batas normal, yaitu 37°C. Salah satu cara pengobatan demam menggunakan tanaman alang-alang. Kandungan alang-alang yang memberikan efek antipiretik adalah senyawa golongan flavonoid yang mampu menghambat siklooksigenase yang merupakan jalur menuju eikosaid seperti prostaglandin. Sediaan patch dipilih untuk formulasi ekstrak alang-alang dengan menambahkan enhancher isopropyl myristate sebagai peningkat penetrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemberian sediaan patch ekstrak etanol alang-alang dengan atau tanpa penambahan enhancher isopropyl myristate terhadap temperatur dan jumlah limfosit pada tikus putih. Hewan coba yang diperlukan sebanyak 30 ekor untuk dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu P0 (hanya diberi makan dan minum), P1 (diberi vaksin DPT dan parasetamol sirup), P2 (diberi vaksin DPT dan patch tanpa ekstrak dan enhancher, P3 (diberi vaksin DPT dan patch dengan ekstrak tanpa enhancher) dan P4 (diberi vaksin DPT dan patch dengan ekstrak dan enhancher). Setelah diinduksi vaksin DPT dilakukan pengamatan suhu tubuh tikus pada menit ke-15, 30, 45, 60, 120, 180, 240, 300 dan pengamatan jumlah limfosit pada menit ke-0, 30, 60, 120, 180, 240, 300. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap sediaan patch ekstrak etanol alang-alang dengan penambahan enhancher atau tanpa enhancher mampu menurunkan temperatur dan jumlah limfosit tikus putih.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Farmasi
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorSolfaine, RondiusNIDN0708127503UNSPECIFIED
Thesis advisorWidodo, TeguhNIDN0703096403UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: Alang-alang,Isopropyl myristate,patch,tempertur,limfosit
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 8037 not found.
Date Deposited: 27 Jan 2020 08:09
Last Modified: 27 Jan 2020 08:09
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/21129

Actions (login required)

View Item View Item