Peranan konsentrasi natrium alginat pada pembuatan asam sitrat dari siwalan (Borassus sundaicus) dengan teknik imobilisasi mikroba

Sri, Hidiawati (1999) Peranan konsentrasi natrium alginat pada pembuatan asam sitrat dari siwalan (Borassus sundaicus) dengan teknik imobilisasi mikroba. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (202kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (50kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (471kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (9kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (210kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (259kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (82kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (148kB) | Preview

Abstract

Nira siwalan merupakan sari yang diperoleh dari hasil penyadapan pada tangkai bunga siwalan. Hasil sadapan nira sangat melimpah dan mudah rusak karena banyak mengandung senyawa organik, sehingga diupayakan pemanfaatan nira siwalan sebagai bahan baku pembuatan asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu asam organik yang banyak digunakan pada industri kembang gula, makanan dan minuman disamping industri-industri farmasi, kosmetik, dan sebagainya. Asam sitrat dapat diproduksi secara fermentasi permukaan dengan menggunakan kapang Aspergillus niger. Fermentasi asam sitrat dengan cara fermentasi permukaan (surface fermentation) ini mempunyai kelemahan, yaitu kapang atau starter yang digunakan untuk fermentasi setelah pemanenan tidak dapat digunakan kembali. Salah satu alternatif yang lainnya adalah fermentasi asam sitrat dengan teknik imobilisasi Aspergillus niger dalam natrium alginat. Teknik imobilisasi sangat praktis digunakan karena dapat dengan mudah dihilangkan atau ditambahkan pada media dan dapat digunakan kembali untuk fermentasi berikutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi natrium alginat yang tepat dalam mengimobilisasikan Aspergillus niger selama proses produksi asam sitrat. Proses pembuatan asam sitrat dengan teknik imobilisasi meliputi pembuatan suspensi spora, penambahan natrium alginat, pembentukan gel dalam CaCl2 dingin 10°C, pencucian dalam NaCl 0,85 %, penanaman dalan SDB, pencucian dengan NaCl 0,85 %, dan fermentasi manik-manik pada media nira siwalan selama 10 hari. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara non-faktorial dengan satu faktor yaitu konsentrasi natrium alginat yang terdiri dari 3 level (2%, 3%, 4%) dengan 5 kali ulangan. Analisa yang dilakukan adalah analisa kadar asam sitrat, kadar gula reduksi, total asam, stabilitas beads, dan morfologi beads setelah fermentasi. Perlakuan variasi konsentrasi natrium alginat berpengaruh terhadap kadar asam sitrat, kadar gula reduksi, total asam, stabilitas beads, dan morfologi beads setelah fermentasi. Konsentrasi natrium alginat 2% menghasilkan kadar asam sitrat yang tertinggi dan konsentrasi natrium alginat 4% menghasilkan kadar asam sitrat terendah. Konsentrasi natrium alginat 3% menghasilkan kadar asam sitrat yang tidak terlalu rendah dan stabil serta masih memiliki aktivitas sebesar 95,81% setelah penggunaan berulang sebanyak 5 kali.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 29 Apr 2015 06:38
Last Modified: 29 Apr 2015 06:38
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2116

Actions (login required)

View Item View Item