Pengaruh penggunaan arang aktif dan bentonit terhadap warna dan bau minyak hati ikan hiu (Squalene)

Sulistio, A.U. Merry (1999) Pengaruh penggunaan arang aktif dan bentonit terhadap warna dan bau minyak hati ikan hiu (Squalene). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (226kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (68kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (284kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (141kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (294kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (125kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (292kB) | Preview

Abstract

Minyak hati ikan hiu diperoleh dari hasil ekstraksi hati ikan hiu dengan kandungan squalene sangat tinggi (80-85%) sehingga sering disebut dengan minyak squalene dan mempunyai bau spesifik ikan (sangat amis) serta berwarna kuning kemerahan sehingga kurang disukai oleh konsumen. Squalene adalah senyawa hidrokarbon yang berasal dari hasil ekstraksi minyak hati ikan hiu jenis Squalidae dengan struktur kimia C30H50 dengan 6 ikatan rangkap yang bermanfaat bagi industri yaitu sebagai bahan kosmetik dan bagi kesehatan adalah sebagai suplai oksigen, mendorong sistem kekebalan tubuh dan sebagai makanan kesehatan. Salah satu usaha untuk mendapatkan minyak dengan warna dan bau yang baik adalah dengan proses pemurnian yaitu pemucatan dan deodorisasi menggunakan arang aktif dan bentonit. Secara garis besar proses ini dilakukan dengan metode penyaringan dengan susunan lapisan arang aktif berada di atas dan lapisan bentonit berada di bawah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan perbandingan jumlah arang aktif dan bentonit yang dapat berpengaruh terhadap warna dan bau minyak hati ikan hiu (squalene). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor I adalah arang aktif dengan 2 level yaitu 4% dan 6% sedangkan faktor II adalah bentonit dengan 3 level yaitu 20%, 25% dan 30%. Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian warna berdasarkan nilai absorbansinya, organoleptik yang meliputi warna dan bau, kandungan asam lemak bebas serta kandungan asam lemak linolenat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan arang aktif dan bentonit memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap warna dan bau minyak squalene. Minyak squalene dengan warna dan bau terbaik ditunjukkan pada penggunaan arang aktif sebesar 6% dan bentonit sebesar 30% dengan nilai absorbansi sebesar 0,07; nilai kesukaan terhadap warna dan bau sebesar 8,25 dan 5,84; kandungan asam lemak bebas sebesar 0,05% serta kandungan asam lemak linolenat sebesar 0,38%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: EK Lengkonosari PN
Date Deposited: 29 Apr 2015 06:44
Last Modified: 29 Apr 2015 06:44
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2125

Actions (login required)

View Item View Item