Pengelolaan risiko pada internal supply chain gas dengan metode house of risk pada perusahaan gas

Dewi, Gita Sari Puspita (2020) Pengelolaan risiko pada internal supply chain gas dengan metode house of risk pada perusahaan gas. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (827kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (201kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (516kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (255kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (687kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (191kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB VI.pdf

Download (400kB) | Preview

Abstract

Risiko adalah suatu kejadian yang timbul akibat adanya suatu agen risiko yang merugikan. Permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan gas adalah terganggunya rantai pasok perusahaan akibat munculnya risiko-risiko yang merugikan karyawan maupun perusahaan. Dalam penelitian ini tidak hanya fokus pada risiko rantai pasok saja melainkan fokus juga terhadap safety suppy chain risk management (SSRCM). Diperlukan alat pendekatan yang sahih untuk mengukur risiko, identifikasi dilakukan dengan menggunakan metode suatu pendekatan yang dinamakan House of Risk (HOR). HOR adalah alat dalam manajemen risiko yang memadukan pendekatan SCOR, FMEA, dan HOQ. Penerapan SCOR untuk memperoleh risiko mana saja yang akan diakukan mitigasi lebih lanjut. Pendekatan HOR dibagi menjadi dua yaitu, HOR 1 meliputi identifikasi risiko dan HOR 2 meliputi tindakan mitigasi dari agen risiko yang terpilih. Pada tahap HOR 1 identifikasi risiko didapatkan 53 risiko dan 53 agen risiko dari enam tahap rantai pasok (plan, purchase, source, make, and deliver). Hasil dari pengolahan data didapat enam agen risiko yang perlu dilakukan mitigasi terlebih dahulu karena memiliki nilai ARP tinggi yaitu A1 (6102), A5 (5805), A27 (4698), A3 (4293), A48 (4131), dan A43 (3888). Pada tahap selanjutnya adalah HOR 2 untuk mengatasi enam agen risiko yang terpilih dan didapatkan hasil urutan prioritas strategi penanganan yaitu, PA2, PA1, PA8, PA9, PA10, PA7, PA3, PA6, PA4, dan PA5. Manfaat dari terpilihnya agen risiko yang diprioritaskan dan strategi penanganan yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah untuk mengurangi kerugian pada perusahaan dan mengurangi wasted time dalam proses rantai pasok.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Teknik Industri
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorSantosa, HadiNIDN0727105901UNSPECIFIED
Thesis advisorGunawan, IvanNIDN0722098801UNSPECIFIED
Uncontrolled Keywords: House of Risk (HOR safety suppy chain risk management (SSRCM), SCOR, FMEA, dan HOQ.
Subjects: Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program
Depositing User: Users 6190 not found.
Date Deposited: 11 Feb 2020 03:41
Last Modified: 11 Feb 2020 03:41
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/21254

Actions (login required)

View Item View Item