Formulasi tablet floating efervesen ranitidin Hcl dengan menggunakan kombinasi polimer xanthan gum-guar gum

Tenojaya, Fenny, (2014) Formulasi tablet floating efervesen ranitidin Hcl dengan menggunakan kombinasi polimer xanthan gum-guar gum. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (77kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (703kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (624kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (427kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Ranitidin HCl yang merupakan antagonis reseptor H2 yang memiliki efek menurunkan sekresi asam lambung dan mempunyai bioavailabilitas yang rendah (60%) serta waktu paruh obat pendek. Oleh karena itu, ranitidin HCl perlu diformulasikan dalam bentuk tablet lepas lambat dengan sistem floating untuk menurunkan laju pelepasan obat. Untuk mengembangkan formula tablet floating efervesen ranitidin HCl dengan menggunakan kombinasi xanthan gum dan guar gum dan untuk mengetahui pengaruh kombinasi xanthan gum dan guar gum terhadap floating lag time, konstanta laju disolusi, %ED720 dan persen pelepasan obat setelah 12 jam. Pembuatan tablet menggunakan metode cetak langsung. Penelitian ini menggunakan polimer xanthan gum dan guar gum, sebagai efervesen menggunakan asam sitrat dan natrium bikarbonat. Uji yang dilakukan meliputi uji mutu fisik massa tablet, uji mutu fisik tablet, uji floating time, floating lag time serta pelepasan obat selama 12 jam dalam HCl 0,1 N. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik One way Anova dilanjutkan uji LSD. Hingga jam ke-12 hampir semua bahan aktif terlepas dari formula A, B, dan C yang menggunakan konsentrasi 25; 35; 37,5% xanthan gum dan guar gum (1:1, b/b). sebaliknya, formula D dengan konsentrasi total polimer 40% dan rasio xanthan gum dan guar gum 1:1 (b/b) lebih mampu menahan pelepasan obat yaitu 75,26% obat terlepas hingga jam ke-12. Kinetika orde pelepasan obat untuk formula A dan B adalah orde satu, sedangkan formula C dan D mengikuti kinetika orde nol. Nilai k disolusi yang paling mendekati 0,169 mg/menit adalah formula D 0,283 mg/menit. Semua formula mengikuti mekanisme pelepasan obat difusi. Formula D dengan kombinasi xanthan gum dan guar gum 40% (1:1) merupakan formula terbaik dibandingkan ketiga formula yang lain. Kata Kunci : Floating; efervesen; Ranitidin HCl; Xanthan gum; Guar gum

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Operator 2 Student Staff
Date Deposited: 09 Oct 2014 00:55
Last Modified: 26 Nov 2014 00:12
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/213

Actions (login required)

View Item View Item