Aplikasi theory of constraint untuk alokasi buffer lintasan produksi pada assembly manufacturing

Sudibyo, Herman (2005) Aplikasi theory of constraint untuk alokasi buffer lintasan produksi pada assembly manufacturing. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (228kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (102kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (376kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (514kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (368kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (261kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf

Download (48kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Adanya fluktuasi dari waktu proses stasiun kerja dapat mengakibatkan kapasitas yang digunakan tidak maksimal sehingga dibutuhkan penyangga waktu yang tepat terhadap capacity constrained resources (CCR) atau bottleneck pada lintasan produksi seimbang dengan menggunakan konsep Theory of Constraint (TOC) (Ginting, 2003). Konsep TOC yang sangat sulit dipahami merupakan kendala dalam mengaplikasikannya pada keadaan yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan algoritma penjadwalan yang belum dipublikasikan. Bahkan dalam pencapaiannya harus terus-menerus melakukan peningkatan guna memaksimumkan performansi dan kendala. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sistem Produksi Universitas Widya Mandala Surabaya.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan Theory of Constraint (TOC) pada stasiun constraints dengan menggunakan simulasi, dan melihat variabel WIP, throughput dan utilitas setiap work station. Data yang digunakan adalah data pengamatan secara langsung pada perakitan tamiya dan simulasi manual. Dan hasil perhitungan didapatkan ukuran buffer untuk production rate 50 unit/jam dengan jumlah buffer stasiun 2 (bottleneck) sebanyak 7 buffer dan jumlah buffer stasiun 3 (non bottleneck) sebanyak 1 buffer. Untuk production rate 70 unit/jam dengan jumlah buffer stasiun 2 (bottleneck) sebanyak 10 buffer dan jumlah buffer stasiun 3, stasiun 4 (non bottleneck) sebanyak 1 buffer. Sedangkan production rate 86 unit/jam dengan jumlah buffer untuk stasiun :2 (bottleneck) sebanyak 10 buffer dan jumlah buffer stasiun 3, stasiun 4, stasiun 5 (non bottleneck) sebanyak 1 buffer.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Bottleneck, drum-buffer-rope, line of balancing. WIP, Throughput.
Subjects: Engineering
Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 27 May 2015 02:18
Last Modified: 27 May 2015 02:18
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2136

Actions (login required)

View Item View Item