Kecemasan coming out pada gay di Surabaya

Widiastri, Fransiska Maria (2004) Kecemasan coming out pada gay di Surabaya. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (301kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (187kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (971kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (358kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (683kB) | Preview

Abstract

Setiap individu dilahirkan untuk memiliki pasangan. Semua orang hidup dan dibesarkan dengan didikan bahwa pasangan harus berlawanan jenis, mengakibatkan individu yang memiliki orientasi seksual sesama jenis (homoseksual) dianggap sebagai suatu abnormalitas. Homoseksual identik dengan stigma negatif dari masyarakat, meskipun jumlah mereka semakin banyak keberadaannya tetap masih tidak diterima oleh masyarakat. Terdapat banyak bukti yang menunjukkan adanya diskriminasi, pelecehan, bahkan penganiayaan terhadap homoseksual. Penolakan terhadap individu homoseksual menyebabkan timbulnya kecemasan untuk coming out. Kecemasan untuk coming out akan semakin besar dialami oleh remaja yang masih dalam tahap pencarian identitas diri. Kecemasan untuk coming out inilah yang menjadi topik penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kecemasan coming out yang dialami oleh remaja laki-laki homoseksual (gay). Metode yang digunakan penelitian kualitatif, untuk menggambarkan bagaimana pola kecemasan yang terjadi. Responden penelitian ini diambil di kota Surabaya, karena di kota ini organisasi homoseksual pertama di Indonesia didirikan dan mereka memiliki jaringan luas dengan gay seluruh Indonesia serta memiliki program kegiatan yang terpadu. Dengan menggunakan metode pengambilan data wawancara secara mendalam, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang penyebab responden menjadi gay adalah karena lingkungan. Responden yang awalnya bukan homoseksual, menjadikan pengalaman homoseksual pertama mereka sebagai pemicu keterlibatan dalam homoseksualitas secara lebih mendalam. Responden yang masih remaja menganggap aktivitas homoseksual yang mereka lakukan selama ini adalah suatu hal yang perlu dinikmati hingga tiba saat dimana mereka ingin berubah menjadi seorang heteroseksual kembali. Kecemasan coming out pada responden lebih dipengaruhi oleh ketakutan dikucilkan bahkan dibuang dari keluarga, selain itu ketakutan mendapat malu baik dirinya sendiri maupun keluarga membuat coming out menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Pengaruh lingkungan di luar keluarga juga cukup mempengaruhi kecemasan mereka, meskipun tidak sebesar pengaruh keluarga. Saran bagi remaja gay yang mengalami kecemasan coming out hendaknya melakukan terapi keluarga. Dengan terapi keluarga yang dilakukan secara holistik, keluarga bisa mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai keadaan anaknya yang gay. Sebaliknya gay remaja akan mendapat dukungan emosional yang dapat menghilangkan kecemasannya dan bisa menghindari gangguan mental.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 27 May 2015 02:37
Last Modified: 27 May 2015 02:37
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2158

Actions (login required)

View Item View Item