Perbedaan gejala stress sebelum dan sesudah melakukan relaksasi pada individu lansia

Kumiasari, Monika Agustin (2004) Perbedaan gejala stress sebelum dan sesudah melakukan relaksasi pada individu lansia. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (279kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (211kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (588kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (318kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (791kB) | Preview

Abstract

Pada individu lanjut usia (lansia) masalah-masalah yang sering muncul antara lain adalah penurunan kondisi fisik, kehilangan pasangan, dan perasaan kesepian. Lansia juga merasa sendirian manakala menemukan kenyataan teman-teman sebayanya satu persatu telah tiada. Masalah-masalah seperti inilah yang bisa menimbulkan stres pada individu lansia. Strategi untuk mengatasi stres yang paling mudah diterapkan dan mulai banyak digunakan adalah relaksasi, yang termasuk dalam salah satu bentuk dari emotion-focused strategy. Tujuan penelitian ini adalah menguji perbedaan gejala stres sebelum dan sesudah melakukan relaksasi pada lansia. Subjek penelitian ini adalah 20 orang individu lansia yang tinggal di panti werdha Bhakti Luhur, berusia 60 tahun ke atas. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Pelaksanaan relaksasi dilakukan dengan pemutaran musik instrumen dan pemberian instruksi oleh peneliti. Latihan relaksasi diberikan 10 kali selama tiga minggu. Setiap minggu diberikan tiga kali selama 15 menit Jenis relaksasi yang diberikan adalah yang paling dasar yaitu relaksasi otot. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket gejala stres yang diberikan dua kali yaitu sebelum dan sesudah mengikuti latihan relaksasi. Mengingat uji asumsi normalitas dan homogenitas terpenuhi, uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik parametrik t-test dengan sampel berpasangan. Hasil yang diperoleh adalah nilai t = 0,288, p= 0,776 (p > 0,05). Jadi dapat disimpulkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada gejala stres sebelum dan sesudah melakukan relaksasi pada individu lansia pada taraf kepercayaan 0,05. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan program komputer SPSS for Windows version 11.00. Tidak adanya perbedaan yang signifikan pada hasil penelitian diduga karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu : singkatnya frekuensi penelitian sehingga perbedaan hasil yang diharapkan tidak terlalu terlihat, gejala stres mayoritas subjek penelitian sebelum dilakukan relaksasi sudah berada dalam taraf sedang, jumlah subjek penelitian yang relatif terbatas yakni hanya 20 orang, pemberian angket yang dititipkan kepada perawat, sehingga peneliti tidak tahu bagaimana kondisi subjek pada saat mengisi angket, adanya aspek yang tumpang tindih antara gejala stres dengan kondisi yang sebenarnya terjadi di masa lansia, dan suasana remang-remang yang kurang tercipta Diharapkan peneliti selanjutnya dapat mempertimbangkan faktor-faktor tersebut jika ingin mengadakan penelitian mengenai pemberian latihan relaksasi untuk menurunkan gejala stres pada individu lansia.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 27 May 2015 02:42
Last Modified: 27 May 2015 02:42
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2160

Actions (login required)

View Item View Item