Eksperimen faktorial waktu pemanasan kompor dengan bahan bakar minyak goreng bekas

Setiawan, Gerry (2020) Eksperimen faktorial waktu pemanasan kompor dengan bahan bakar minyak goreng bekas. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (837kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (96kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (106kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (299kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (176kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB VI.pdf

Download (40kB) | Preview

Abstract

Kompor merupakan media pemanas yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kompor yang sering ditemui yaitu kompor minyak tanah. Namun, kompor minyak tanah perlahan mulai langkah dan mahal dikarenakan persediaan semakin menipis. dengan munculnya kendala tersebut mulai muncul kompor minyak goreng bekas yang memiliki banyak keuntungan didapatkan oleh konsumen. Minyak goreng bekas merupakan minyak yang digunakan oleh masyarakat untuk penggoreng makanan. Minyak goreng yang sering digunakan untuk menggoreng akan dibuang sembarang tempat menyebabkan pencemaran lingkungan, sedangkan jika digunakan berulang untuk penggorengan, maka akan mengganggu kesehatan manusia. Produk kompor berbahan bakar minyak goreng bekas telah ditemukan sedangkan penulis ingin mengembangkan kompor tersebut agar kompor lebih optimal dengan cara pengaturan letak dan kecepatan kipas yang telah diteliti oleh penulis. Didalam penelitian Tabel Anova menunjukan bahwa letak memiliki pengaruh untuk optimasi pemanasan kompor minyak goreng bekas sedangkan interaksi keduanya tidak memiliki pengaruh dalam optimasi pemanasan kompor minyak goreng bekas. Penggunaan ruang sumbu terbakar 2 cm lebih baik menggunakan Letak 3 dengan kecepatan kipas pada daya 12 Volt karena waktu yang diperlukan untuk pemasan dari suhu awal 29 derajat ke suhu 70 derajat lebih sedikit. Sedangkan untuk ruang sumbu terbakar 3 cm lebih baik menggunakan Letak 3 dengan kecepatan 4 volt karena memiliki alasan waktu yang diperlukan untuk pemanasan lebih sedikit

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Teknik Industri
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorMulyono, JuliusNIDN0727047204juliusnyamulyono@ukwms.ac.id
Thesis advisorSantoso, HadiNIDN0727105901hadi-s@ukwms.ac.id
Uncontrolled Keywords: Eksperimen, pemanasan, letak kipas, kecepatan kipas.
Subjects: Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program
Depositing User: Users 7502 not found.
Date Deposited: 03 Mar 2020 06:46
Last Modified: 03 Mar 2020 06:46
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/21687

Actions (login required)

View Item View Item