Penentuan kapasitas buffer dengan simulasi (studi kasus di PT. Tjakrindo Mas)

Dewi, Candra (2005) Penentuan kapasitas buffer dengan simulasi (studi kasus di PT. Tjakrindo Mas). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (62kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (242kB)
[img] Text (BAB 3)
bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (72kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (279kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (135kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf

Download (33kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (818kB) | Preview

Abstract

Suatu sistem produksi dapat didesain dengan menggunakan buffer. Buffer adalah sebuah tempat untuk menyimpan sementara produk setengah jadi dalam suatu proses produksi. Pada umumnya tujuan menggunakan buffer adalah sebagai alat bantu untuk memperlancar atau mengefisienkan suatu lintasan produksi dari sebuah system. Buffer diletakkan diantara dua stasiun kerja yang berfungsi untuk memperlancar aliran produk setengah jadi dan meminimasi waktu tunggu atau delay antar stasiun kerja pada proses produksi. Selain itu buffer juga dapat mengatasi masalah yang menghambat aliran antara stasiun kerja misal pada sebuah stasiun kerja kelebihan produk setengah jadi dari stasiun kerja sebelumnya (blocking) atau sebaliknya sebuah stasiun kerja kekurangan produk setengah jadi dari stasiun sebelumnya (starving) sehingga harus menganggur, hal ini disebabkan karena perbedaan waktu proses pada setiap stasiun kerja. Adanya perbedaan waktu proses dari setiap mesin tersebut mengakibatkan gangguan pada lintasan produksi maka dari itu perlu dilakukan analisa sistem produksi yang ada. Analisa sistem produksi dapat dilakukan, salah satunya dengan simulasi. Dari hasil simulasi pada system produksi push PT.Tjakrindo Mas didapatkan untuk stasiun bottleneck pada produksi almari yaitu mesin phospat dan Catdryer membutuhkan 150 buffer didepannya sedangkan pada mesin yang lain membutuhkan 23 buffer didepannya supaya dapat menghasilkan throughput maximum yaitu 1782 unit. Sedangkan pada stasiun bottleneck pada produksi cabinet yaitu mesin phospat dan cadryer membutuhkan 150 buffer didepannya sedangkan pada mesin yang lain membutuhkan 20 buffer didepannya supaya cepat menghasilkan throughput maximum yaitu 1365 unit.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Buffer, throughput, sistem produksi push.
Subjects: Engineering
Engineering > Industrial Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Industrial Engineering Study Program
Depositing User: Users 32 not found.
Date Deposited: 16 Jun 2015 02:13
Last Modified: 16 Jun 2015 02:13
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2176

Actions (login required)

View Item View Item