Studi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah ortopedi di RSUD Kabupaten Sidoarjo

Zulfa, Luqyana (2020) Studi penggunaan antibiotik profilaksis pada pasien bedah ortopedi di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (207kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (256kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (357kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (322kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (474kB) | Request a copy

Abstract

Bedah ortopedi merupakan cabang ilmu kedokteran yang memperlajari cedera akut, kronis, dan trauma pada sistem muskuloskeletal. Salah satu contoh dari tindakan bedah ortopedi yaitu fraktur terbuka dan fraktur tertutup. Sebelum penanganan bedah ortopedi pada kasus fraktur terbuka dan fraktur tertutup memerlukan pemberian antibiotik profilaksis. Menurut penelitian AMRIN (Antimicrobial Resistance in Indonesia) Study pada tahun 2000-2004 di dua rumah sakit menunjukkan penggunaan antibiotok profilaksis tanpa indikasi di RSUP Dr Kariadi Semarang sebanyak 43-81% dan RSUD Dr Soetomo Surabaya ditemukan 45% - 76%. Pemberian antibiotik profilaksis harus digunakan secara tepat dan rasional, sehingga tidak menimbulkan resistensi terhadap bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil dan rasionalitas penggunaan terapi antibiotik profilaksis pada pasien bedah ortopedi dengan diagnosis fraktur di instalasi rawat inap RSUD Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan metode Gyssens. Penelitian dilakukan secara retrospektif dengan metode deskriptif non eksperimental. Sampel yang diperoleh berjumlah 39 pasien yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik profilaksis yang sering digunakan adalah cefazolin (77,5%). Evaluasi penggunaan antibiotik profilaksis berdasarkan kriteria Gyssens diperoleh 23,1% termasuk kategori V (tidak ada indikasi penggunaan antibiotik), 17,9% termasuk kategori IVA (terdapat antibiotik yang lebih efektif), 59% termasuk kategori IIIA (pemberian terlalu lama).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Farmasi
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorKasih, ElisabethNIDN0719048801elisabethkasih@gmail.com
Uncontrolled Keywords: Antibiotik profilaksis, bedah ortopedi, gyssens
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 8250 not found.
Date Deposited: 06 Jul 2020 15:18
Last Modified: 06 Jul 2020 15:18
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/21902

Actions (login required)

View Item View Item