Kajian kritis atas pragmatisme William James tentang agama

Pangga, Aria Dwi (2014) Kajian kritis atas pragmatisme William James tentang agama. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (298kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
bab 1.pdf

Download (178kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (250kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (244kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (190kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB V.pdf

Download (138kB) | Preview
[img]
Preview
Text (DAFTAR PUSTAKA)
Daftar Pustaka.pdf

Download (98kB) | Preview

Abstract

Latar belakang penulisan skripsi ini berdasar atas keprihatinan gereja terhadap pragmatisme dan keprihatinan penulis sendiri yang ingin melihat praktik hidup beragama dalam masyarakat. Tujuannya adalah penulis ingin mendalami dan melihat lebih kritis teori pragmatisme, terutama teori pragmatisme William James tentang agama. Kedua, tujuan penulisan skripsi ini adalah penulis ingin meninjau secara lebih kritis teori ini dalam masyarakat Indonesia. Selain itu, tujuan penulisan skripsi ini adalah sebagai bentuk pemenuhan syarat penulis untuk menyelesaikan studi strata 1 (S1). Metode yang penulis gunakan dalam penulisan skripsi ini adalah studi pustaka atas teori pragmatisme William James tentang agama. Sebelum menjelaskan lebih jauh tentang pragmatisme, William James memulai penjelasannya dengan sebuah pengalamannya ketika berkemah di pegunungan. Ia melihat seekor Tupai dan seorang yang mengelilingi sebuah pohon. Penglihatan tersebut menghantarnya sampai pada sebuah prinsip dan metode pragmatisme. Prinsip dan metode tersebut untuk menjawab sebuah pertanyaan yang muncul dalam pemikirannya, yaitu apakah orang itu mengelilingi tupai tersebut? Atau apakah tupai itu yang mengelilingi orang tersebut? Pengalaman tersebut menjadi titik tolak bagi William James untuk menjelaskan arti pragmatisme. William James menguraikan teori pragmatisme ke dalam tiga hal, yaitu pragmatisme sebagai metode, kebenaran dan arti. Metode yang dimaksudkan olehnya adalah sebuah cara yang mencoba menafsirkan setiap pendapat untuk dapat mencapai konsekuensi praktis. Sedangkan kebenaran yang dimaksudkan oleh James adalah kesesuaian antara ide dan realitas. Jika ide itu benar maka ide itu dapat divalidasi dan diverifikasi. Selain itu, pragmatisme juga dipahami sebagai teori tentang arti. Ide itu akan memiliki arti jika memiliki konsekuensi praktis. Tingkat efisiensi yang tinggi sangat dibutuhkan oleh kaum pragmatis, karena kaum pragmatis tidak membutuhkan hal-hal yang bertele-tele. Setelah penulis menguraikan teori pragmatisme, tahap selanjutnya penulis menguraikan teori agama dalam pragmatisme. Namun, penulis akan menguraikan agama secara mendasar terlebih dahulu. Secara etimologi, agama berasal dari bahasa latin relegere, yang berarti mengumpulkan atau membaca. Dari asal kata ini, dapat diartikan bahwa agama adalah kumpulan cara untuk mengabdi kepada Tuhan dan harus dibaca. Selain itu, agama berasal dari dua kata, yaitu a yang viii berarti tidak dan gam yang berarti pergi. Dua kata tersebut telah membentuk pemahaman baru bahwa agama itu tidak pergi atau diam di tempat. William James menguraikan teori tentang agama ke dalam empat hal. Empat hal tersebut adalah agama sebagai pengalaman, agama sebagai hipotesis, agama sebagai filsafat dan agama sebagai jaminan tujuan masa depan. Agama sebagai pengalaman berarti bahwa kebenaran itu dapat diverifikasi dengan pengalaman, terutama kebenaran beragama. Agama sebagai hipotesis berarti bahwa iman kepercayaan seseorang pada kuasa yang lebih tinggi itu dikatakan benar jika tuntutan yang dibuat oleh kuasa yang lebih tinggi tersebut dapat memberikan dampak nyata. Agama sebagai filsafat berarti bahwa kesediaan seseorang untuk berfilsafat itu untuk dapat memberikan kepuasan dan kerinduan serta membawanya pada perasaan yang tenang. Selain itu, agama sebagai jaminan tujuan masa depan itu berarti bahwa keyakinan akan Tuhan itu akan memiliki rasa percaya, sekaligus juga semakin membesarnya kekuatan moral yang dimilikinya. Pendapat yang telah James uraikan di atas mendapat tanggapan dari beberapa tokoh, antara lain John Dewey, Theo Huijbers dan Bertrand Russell. John Dewey sependapat dengan James yang menyatakan bahwa agama itu harus bermanfaat pada kehidupan nyata, dan pengalaman beragama sendiri dapat membantu seseorang untuk menyelesaikan persoalan dalam hidup. Theo Huijbers juga memiliki pendapat yang senada dengan James yang menyatakan bahwa seseorang harus memiliki sebuah pilihan yang otentik terhadap kepercayaan kepada Tuhan. Namun, sebuah pilihan dapat dikatakan otentik jika pilihan tersebut harus hidup, harus penting dan harus “tak dapat dihindarkan”. Meskipun John Dewey dan Theo Huijbers memiliki pendapat yang sama dengan James, namun Bertrand Russell memiliki kritik terhadap pemikiran James. Menurut Bertrand Russell, James tidak dapat memberikan keyakinan kepada banyak orang untuk semakin meyakini bahwa Tuhan itu ada. Menurutnya pula, pragmatis itu hanya dapat menunjukkan bahwa “Tuhan ada”, sehingga seseorang akan yakin terhadap Tuhan. Kesimpulan atas uraian di atas dapat dilihat dalam relevansi yang dapat ditemukan pada seorang pelajar atau mahasiswa dan kehidupan seorang pastor. Mahasiswa akan datang ke tempat ibadah dan berdoa karena sedang menghadapi ujian. Namun, jika tidak sedang menghadapi ujian ia belum tentu datang untuk berdoa. Hal ini menunjukkan sikap seseorang yang pragmatis, yaitu suatu sikap yang memandang Tuhan itu dapat memberikan manfaat atau konsekuensi praktis dalam menghadapi ujian dengan pemberian perasaan tenang dan pemberian berkat. Selain itu, relevansi juga dapat dijumpai pada penghayatan akan kehidupan hidup miskin bagi seorang pastor. Hidup miskin bukan berarti tidak memiliki apapun, melainkan seorang pastor tetap dapat memiliki barang tersebut sejauh barang itu memiliki manfaat demi menunjang pastoralnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_FAculty of Philosophy" not defined]
Uncontrolled Keywords: metode, kebenaran, arti, pengalaman, hipotesis, berfilsafat, keyakinan
Subjects: General > B Philosophy (General)
Divisions: Faculty of Philosophy > Philosophy Science Study Program
Depositing User: Vincentius Widya Iswara
Date Deposited: 08 Sep 2014 06:44
Last Modified: 21 Nov 2014 05:55
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/22

Actions (login required)

View Item View Item