Proses pembuatan cocogurt probiotik dan penyimpanannya

Agustina, Vina (2010) Proses pembuatan cocogurt probiotik dan penyimpanannya. Discussion Paper (Penulisan dan Seminar Ilmiah) . Faculty of Agricultural Technology, Surabaya. (Unpublished)

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (259kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (38kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (130kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (69kB)
[img]
Preview
Text (BAB 4)
BAB 4.pdf

Download (27kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (41kB) | Preview

Abstract

Cocogurt probiotik merupakan salah satu produk pangan fermentasi yang saat ini cukup digemari oleh masyarakat Indonesia. Keunggulan dari produk cocogurt probiotik antara lain sebagai pemicu sistem kekebalan tubuh, mencegah infeksi sistem pencernaan, penyerapan bahan-bahan beracun dan menghasilkan bakteriosin yang mampu menghambat patogen. Cocogurt probiotik merupakan produk olahan pangan yang berbahan dasar santan kelapa. Hal ini mengingat bahwa santan kelapa memiliki banyak komponen nutrisi yang berguna bagi kesehatan manusia, terutama protein, lemak, karbohidrat dan vitamin. Santan kelapa adalah suatu cairan yang diperoleh dengan cara pengepresan parutan kelapa dengan atau penggunaan air. Santan kelapa tidak boleh ditinggal dalam keadaan suhu ruang, karena mudah rusak, mudah tengik dan menjadi asam dengan mudah. Oleh karena itu perlu upaya untuk memperpanjang waktu penyimpanannya, salah satunya dengan cara mengolah santan kelapa menjadi produk olahan yang perlu untuk dikembangkan, dalam hal ini cocogurt. Cocogurt probiotik didefinisikan sebagai produk pangan yang diperoleh dari santan kelapa dan susu skim yang telah melalui proses pasteurisasi, kemudian difermentasi dengan bakteri sampai diperoleh keasaman, bau, dan rasa yang khas, dengan atau penambahan bahan lain yang diinginkan. Bakteri yang digunakan dalam proses pembuatan cocogurt probiotik adalah Lactobacillus casei. Lactobacillus casei merupakan bakteri asam laktat yang menghasilkan asam laktat kemudian berinteraksi dengan protein susu sehingga menghasilkan tekstur seperti gel. Selama penyimpanan terjadi perubahan mutu cocogurt, baik mutu fisik, mutu kimia, maupun mutu mikrobiologi. Parameter mutu kimia yang dianalisa adalah nilai pH dan total asam tertitrasi (TAT). Perubahan mutu fisik cocogurt yang diuji adalah viskositas. Viabilitas bakteri asam laktat (BAL) merupakan parameter mutu mikrobiologi. Selama penyimpanan 10 hari terjadi penurunan nilai pH dan viabilitas bakteri asam laktat, peningkatan total asam tertitrasi dan viskositas.

Item Type: Monograph (Discussion Paper (Penulisan dan Seminar Ilmiah) )
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Cocogurt probiotik, mutu, penyimpanan
Subjects: Agriculture and Food Technology
Agriculture and Food Technology > Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Josefine Hira Eksi
Date Deposited: 21 Jun 2015 01:30
Last Modified: 21 Jun 2015 01:30
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2209

Actions (login required)

View Item View Item