Pra Rencana Pabrik sodium carboxymethyl cellulose (Na-CMC) dari tongkol jagung dengan kapasitas 4.000 ton/tahun

Maulida, Saffira Zhazhabila and Panala, Rahel Primasita (2020) Pra Rencana Pabrik sodium carboxymethyl cellulose (Na-CMC) dari tongkol jagung dengan kapasitas 4.000 ton/tahun. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (647kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB I.pdf

Download (179kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (127kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (119kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 5)
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (268kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 6)
BAB VI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (312kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 7)
BAB VII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (696kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 8)
BAB VIII.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 9)
BAB IX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (29kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 10)
BAB X.pdf
Restricted to Registered users only

Download (197kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 11)
BAB XI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (259kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 12)
BAB XII.pdf

Download (44kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
APPENDIX.pdf
Restricted to Registered users only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Sodium Carboxymethyl Cellulose(Na-CMC) merupakan suatu bahan tambahan yang berfungsi sebagai pengental. Kebutuhan bahan pengental di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan berkembangnya industri makanan dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan akan bahan pengental dengan jenis food grade sangat dibutuhkan. Indonesia sendiri masih mengimpor bahan pengental dengan jenis food grade dari luar. Sementara itu, Indonesia memiliki banyak hasil bumi yang mengandung selulosa. Selulosa sendiri merupakan bahan utama dalam pembuatan Na-CMC. Selulosa dapat ditemui pada kayu, sekam padi, eceng gondok, bahkan tongkol jagung. Di Indonesia jagung merupakan salah satu hasil bumi yang cukup melimpah. Sementara tongkol jagungnya, hanya digunakan sebagai pakan ternak dan sisanya dibuang. Sehingga tongkol jagung dipilih sebagai bahan utama dalam pembuatan Na-CMC pada prarencana pabrik ini. Selain untuk mengurangi limbah tongkol jagung, juga utnuk meningkatkan nilai jual tongkol jagung. Pada Prarencana pabrik ini proses produksi dibagi menjadi dua tahapan yaitu tahap pemurnian dan tahap alkalisasi dan esterifikasi. Pada tahap pemurnian dilakukan secara bertingkat yaitu tahap bleaching dan tahap delignifikasi. Pada tahap bleaching, serbuk tongkol jagung diaduk dengan larutan NaClO2 untuk menghilangkan kandungan lignin dan hemiselulosa, sedangkan pada tahap delignifikasi menggunakan NaOH untuk mendapatkan selulosa yang lebih murni. Selanjutnya tahap kedua yaitu tahap alkalisasi dan esterifikasi. Pada tahapan ini, seluosa akan diubah menjadi alkaliselulosa kemudian bereaksi dengan asam monokloroasetat membentuk Na-CMC. Pemilihan proses dilakukan dengan mempertimbangkan daya kerja alat dan limbah yang dihasilkan dari proses produksi Na-CMC ini. Prarencana pabrik Na-CM dari tongkol jaung memiliki rincian sebagai berikut: Bahan baku : tongkol jagung Kpasias produki : 4.000 on per tahun Utlitas : air = 1.055,77 m3 Listrik = 504,4756 kW Bahan bakar - Solar : 26,2131 m3/tahun; - IDO : 1.328,1975 m3/tahun Jumlah tenaga kerja : 100 orang Lokais pabrik : Kabupaten Lamongna, Provinsi Jawa Timur Analisa Ekonomi ROR sebelum pajak = 22,4% ROR setelah pajak = 14,0% ROE sebelum pajak = 37,4% ROE setelah pajak = 24,3% POT sebelum pajak = 3 tahun 4 bulan POT sesudah pajak = 4 tahun 1 bulan 4 hari BEP = 40% Kelayakan pabrik Na-CMC dari tongkol jagung ini dapat ditinjau dari segi proses, peralatan, lokasi, dan ekonomi. Berdasarkan dari segi ekonomi, dimana nilai ROR setelah pajak sebesar ini menyatakan bahwa nilai ROR 0,14 menyataka bahwa nilai ROR lebih baik daripada sebelum pajak yaitu 0,224. Jadi keuntungan dari pra rencana parbrik ini lebih besar dari bunga pinjaman yang harus dibayar. Nilai BEP yaitu 40% dimana syarat dari BEP 40%<BEP<60%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Teknik Kimia
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorSantoso, Shella PermatasariNIDN0709119004shella@ukwms.ac.id
Thesis advisorYuliana, MariaNIDN0706078605mariayuliana@ukwms.ac.id
Subjects: Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Users 8578 not found.
Date Deposited: 28 Jul 2020 03:45
Last Modified: 28 Jul 2020 03:45
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/22575

Actions (login required)

View Item View Item