Rasa bersalah pada pelacur di lokalisasi Tambak Asri Surabaya yang pernah melakukan aborsi

Yulitarti, Retno (2005) Rasa bersalah pada pelacur di lokalisasi Tambak Asri Surabaya yang pernah melakukan aborsi. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (275kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (559kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (311kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (625kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (2MB) | Preview

Abstract

Pelacuran merupakan salah satu fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Diakui atau tidak, pelacuran sudah ada dan berkembang di Indonesia sejak masa kerajaan-kerajaan Jawa dimana perdagangan perempuan merupakan bagian pelengkap dari sistem feodal. Faktor yang menyebabkan mereka menjadi pelacur, misalnya tidak memiliki ketrampilan, tingkat pendidikan yang rendah, ditipu. dijual oleh orang lain, dan lain-lain. Salah satu risiko yang dialami pelacur adalah kehamilan. Adakalanya pelacur melakukan pencegahan kehamilan dengan menggunakan jamu tradisional maupun pil anti hamil, namun ada juga pelacur yang tidak melakukan pencegahan kehamilan sehingga setelah hamil mereka melakukan aborsi karena alasan takut ketahuan orang tua, ditinggalkan pasangan, dan lain-lain. Tindakan ini tentunya tidak hanya berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan fisik, namun juga berdampak negatif secara psikologis salah satunya adalah timbulnya perasaan bersalah. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hal-hal yang digali melalui wawancara adalah latar belakang keluarga subjek, masa kecil dan masa remaja, latar belakang pernikahan (jika pernah menikah), pengalaman seks pertama dengan pasangan, pengalaman bekerja sebelum menjadi pelacur, pengalaman pertama menjadi pelacur, pengalaman menjadi pelacur, seksualitas dan kiwir-kiwir, aborsi, setelah aborsi, kebiasaan, harapan. Data yang diperoleh dari wawancara dianalisis secara kasus per kasus. Subjek penelitian adalah tiga orang pelacur yang tinggal di Tambak Asri Surabaya, pernah melakukan aborsi satu kali atau lebih dari satu kali. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap subjek mengalami rasa bersalah setelah melakukan aborsi karena subjek merasa telah melanggar norma yang berlaku dalam masyarakat, hukum dan agama. Saran yang diberikan berdasarkan hasil penelitian yaitu bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian di lokalisasi, ada banyak hal yang menjadi temuan baru dan perlu diteliti seperti terjadi depresi setelah melakukan aborsi, tingginya tingkat kecemasan pada subjek M, masih melakukan tradisi yang berlaku dalam masyarakat misalnya selamatan.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Rasa bersalah, pelacur, dan aborsi
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 27 May 2015 05:31
Last Modified: 27 May 2015 05:31
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2258

Actions (login required)

View Item View Item