Pengaruh lama perendaman dan konsentrasi CaSO4 terhadap sifat fisik gel dari daun cincau kering (Cyclea barbata L.)

Agustina, Lisa (1998) Pengaruh lama perendaman dan konsentrasi CaSO4 terhadap sifat fisik gel dari daun cincau kering (Cyclea barbata L.). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (157kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (52kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (8kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (228kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (69kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (101kB) | Preview

Abstract

Cincau hijau adalah hasil ekstraksi daun cincau yang berupa gel. Cincau hijau dapat digunakan sebagai isi minuman segar, makanan rendah kalori dan sebagai obat. Daun cincau hijau setelah dipetik cepat mengalami pelayuan. Pelayuan dalam waktu yang lama mengakibatkan perubahan fisik dan kimia. Salah satu alternatif untuk mengatasinya adalah daun cincau segar dikeringkan. Setelah daun cincau kering ditambah air untuk menjadi gel cincau, tekstur yang dihasilkan tidak sebaik tekstur gel yang dibuat dari daun cincau segar. Oleh karena itu usaha yang dilakukan untuk menghasilkan gel yang baik setelah daun cincau segar dikeringkan adalah dengan ditambah CaS04, dimana penambahan CaS04 ini sangat dipengaruhi oleh lama perendaman dan konsentrasi. Proses pembuatan gel cincau meliputi pencucian, perendaman dalam larutan CaS04, pengeringan, peremasan dalam air (suhu ± 28 °C), dan penyaringan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh lama perendaman dan konsentrasi CaS04 terhadap sifat fisik gel yang dihasilkan dari daun cincau hijau yang dikeringkan (Cyclea barbata L.). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok yang disusun secara faktorial, yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah lama perendaman, terdiri dari tiga level yaitu 12 jam, 18 jam, dan 24 jam. Faktor kedua adalah konsentrasi CaS04, terdiri dari tiga level yaitu 0,025 %, 0,050 %, dan 0,075 %. Pengamatan yang dilakukan meliputi kadar air, kadar kalsium, sineresis, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman 18 jam dan konsentrasi CaS04 0,075 % pada uji kadar air menghasilkan kadar air terendah karena terjadi pengikatan ion Ca++ dengan gugus hidrofilik seperti gugus karboksil sehingga air yang terikat dalam bahan menurun; pada uji kadar kalsium menghasilkan kadar kalsium tertinggi karena larutan diluar sel konsentrasinya lebih tinggi dibanding konsentrasi dalam sel pada daun cincau, akibatnya ion Ca++ berdifusi ke dalam bahan; dan pada uji sineresis menghasilkan persen sineresis terkecil karena kalsium sebagai ion berfungsi sebagai cross link agent dan membantu menyempurnakan struktur tiga dimensi, sehingga air yang sudah terperangkap tidak mudah lepas kembali. Pada pengujian tekstur, lama perendaman 12 jam dan konsentrasi CaS04 0,025 % menghasilkan tekstur dengan kekukuhan paling tinggi karena jumlah polimer liniernya lebih banyak, sehingga daya rentang lebih kecil, dan kemasifan lebih tinggi. Lama perendaman dan konsentrasi CaS04 berpengaruh terhadap kadar air; kadar kalsium; sineresis; dan tekstur serta terdapat interaksi antara kedua perlakuan tersebut.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 01 Jun 2015 08:56
Last Modified: 01 Jun 2015 08:56
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2286

Actions (login required)

View Item View Item