Pengaruh konsentrasi NaHCO3 dan waktu ekstraksi terhadap sifat fisiko kimia bubuk pewarna daun suji (Pleomele angustifolia)

Ariningsih, Erna (1998) Pengaruh konsentrasi NaHCO3 dan waktu ekstraksi terhadap sifat fisiko kimia bubuk pewarna daun suji (Pleomele angustifolia). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (155kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (76kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (159kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (290kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (62kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
Lampiran.pdf

Download (169kB) | Preview

Abstract

Salah satu sumber zat warna hijau alami adalah daun suji (Pleomele angustifolia). Warna hijau pada daun suji ini disebabkan oleh klorofil. Namun pewarna hijau dari daun suji belum banyak dijumpai dalam bentuk yang mudah disimpan dan mudah digunakan. Pada penelitian ini dicoba membuat pewarna hijau alami dari daun suji dalam bentuk bubuk. Dalam pengolahan masalah yang sering dihadapi adalah berubahnya warna hijau pada produk akhir. Hal ini karena klorofil bersifat sangat labil, mudah terdegradasi oleh asam dan panas sehingga berubah warna menjadi hijau kecoklatan (feofitin). Berubahnya klorofil menjadi feofitin sebagai akibat pelepasan sebagian ion magnesiumnya dan diganti oleh ion hydrogen. Dengan menciptakan kondisi yang sedikit alkalis merupakan usaha yang positif terhadap pelepasan magnesium. Salah satu upaya pencegahan proses degradasi klorofil tersebut adalah dengan menambahkan NaHCO3 pada proses pengolahan. Proses pembuatan bubuk pewarna dari daun suji meliputi beberapa tahap yaitu sortasi, pembersihan, pengecilan ukuran ± 1 cm, penimbangan, penambahan NaHCO3 dengan konsentrasi 3%, 4%, 5%, 6%, penghancuran, perendaman dalam alkohol 95% selama 45 menit, 60 menit, 75 menit, 90 menit, penyaringan, penguapan, pengeringan pada pengering hampa udara. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat diketahui waktu ekstraksi dan konsentrasi NaHCO3 yang optimal sehingga diperoleh hasil akhir yang intensitas warna hijaunya terkuat disamping faktor kualitas yang lain. Rancangan percobaan yang digunakan aalah RAK(Rancangan Acak Kelompok) yang disusun secara faktorial dengan pengulangan tiga kali. Analisis yang dilakukan meliputi analisis terhadap bahan baku (daun suji) yaitu kadar air, kadar klorofil, analisis terhadap produk akhir yaitu kadar air, rendeman, kelarutan, warna dan kadar klorofil. Dari hasil percobaan diketahui bahwa bubuk pewarna daun suji yang diperoleh dari kombinasi perlakuan NaHCO3 5% dengan lama ekstraksi 45 menit mempunyai intensitas warna hijau ang paling baik. Untuk pewarna dari kombinasi perlakuan tersebut nilai intensitas warna kuning sebesar 7,17, kadar klorofil 14,44 mg/l, rendeman 2,24 gr, kadar air 7,12%.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Subjects: Agriculture and Food Technology
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 03 Jun 2015 00:33
Last Modified: 03 Jun 2015 00:33
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2303

Actions (login required)

View Item View Item