Pola penggunaan obat kortikosteroid pada pasien penyakit paru obstruktif kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo

Wahyuningsih, Aprilya Tri (2020) Pola penggunaan obat kortikosteroid pada pasien penyakit paru obstruktif kronik di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sidoarjo. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (712kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (305kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (543kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB) | Request a copy
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (411kB) | Request a copy
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (513kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (782kB) | Request a copy

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah suatu penyakit yang dapat dicegah dan diobati yang ditandai dengan gejala pada pernapasan dan keterbatasan aliran udara yang disebabkan oleh kelainan saluran napas atau kelainan alveolar, biasanya disebabkan oleh paparan signifikan terhadap partikel atau gas berbahaya. PPOK menempati peringkat ke-4 kematian tertinggi didunia dan kejadian ini semakin lama akan meningkat. Pada tahun 2020 diperkirakan menjadi peringkat ke-3 didunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan kortikosteroid pada pasien penyakit paru obstruktif kronik di RSUD Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini dilakukan secara observasional retrospektif dengan penyajian data secara deskriptif menggunakan 33 rekam medis pasien PPOK selama periode Januari 2019- Desember 2019. Hasil penelitian dan kesimpulan pada 33 sampel pasien PPOK menunjukkan penggunaan kortikosteroid tunggal pada 21 pasien (58%), sedangkan kombinasi 15 pasien (42%). Rute pemberian kortikosteroid intravena pada 31 pasien (48%), nebul pada 27 pasien (43%), sedangkan peroral pada 6 pasien (9%). Penggunaan kortikosteroid tunggal paling banyak yaitu metilprednisolon dengan dosis (3x125mg) i.v pada 16 pasien (76%), sedangkan kombinasi paling banyak yaitu metilprednisolon (3x125mg) iv + Ipratrropiumbromide/salbutamol (3x0,52mg/3,01mg) nebul + budesonid (3x0,5mg) nebul sebanyak 10 pasien (66%). Pergantian pola penggunaan paling banyak yaitu metilprednisolon (3x125mg) i.v  (3x125mg) i.v + Ipratropiumbromide/salbutamol (3x0,52mg/3,01mg) nebul + budesonid (3x0,5mg) nebul sebanyak 6 pasien (35%). Lama pemberian kortikosteroid paling banyak diberikan 1-4 hari pengobatan yaitu sebanyak 18 pasien (55%).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: S1 - Farmasi
Contributors:
ContributionContributorsNIDN / NIDKEmail
Thesis advisorHasmono, DidikNIDN0011095807gwae23@yahoo.com
Thesis advisorFaizah, Renny NurulNIK12048810142rennynurulfaizah@yahoo.com
Uncontrolled Keywords: Eksaserbasi akut, kortikosteroid, PPOK, metilprednisolon, rawat inap.
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 8943 not found.
Date Deposited: 27 Aug 2020 05:20
Last Modified: 27 Aug 2020 05:20
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/23384

Actions (login required)

View Item View Item