Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate

Parwitha, Ida Ayu Andri and Siswodihardjo, Siswandono (2020) Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate. Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate, 7 (2). pp. 64-69. ISSN p-ISSN: 2338-8404, e-ISSN: 2657-2311,Jurnal Nasional Terindek Sinta 4

[img]
Preview
Text (Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate)
1-Sintesis_O-(Isoleusil)_parasetamol_.pdf

Download (751kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate_peer_review_)
1-R1&2-1-Sintesis_O-(Isoleusil)_parasetamol_.pdf

Download (728kB) | Preview
[img]
Preview
Text (Sintesis O-(Isoleusil) Parasetamol dan Uji Aktivitas Analgesik terhadap Mencit (Mus musculus) dengan Metode Hot Plate)
1-Sintesis_O-(Isoleusil)_parasetamol_Hasil Cek Similarity.pdf

Download (1MB) | Preview
Official URL: http://journal.wima.ac.id/index.php/JFST/article/v...

Abstract

Parasetamol merupakan obat analgesik lini pertama yang digunakan dalam tata laksana nyeri. Penggunaan obat tersebut dalam jangka waktu panjang dengan dosis besar berpotensi memunculkan efek samping hepatotoksik. Guna meminimalkan efek samping dan meningkatkan aktivitas analgesik dari Parasetamol maka dilakukan modifikasi struktur –OH pada gugus parasetamol. Tujuan dari penelitian ini adalah mensintesis senyawa O-(isoleusil) parasetamol melalui reaksi Schotten Baumann antara Parasetamol dan Isoleusil klorida. Senyawa sintesis tersebut diuji aktivitas analgesiknya pada Mencit. Pemurnian senyawa hasil sintesis melalui proses rekristalisasi menggunakan campuran pelarut etanol:air (1:2) dan diperoleh senyawa berbentuk serbuk berbau menyengat dengan rendemen hasil 32%. Setelah senyawa terbukti murni maka dilanjutkan dengan identifikasi struktur senyawa menggunakan spektrofotometer inframerah dan spektrometer 1H-NMR. Hasil uji menunjukkan bahwa senyawa hasil síntesis sesuai yang diharapkan. Pengujian aktivitas analgesik senyawa dilaksanakan pada Mencit (Mus musculus) dengan metode hot plate. Dosis yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12,5; 25; 50; 100; 200 mg/kg BB diberikan secara intraperitoneal dan parasetamol dengan dosis sama sebagai senyawa pembanding. Hasil penelitian menunjukkan nilai ED50 O-(isoleusil) parasetamol 50 mg/kg BB dan ED50 parasetamol adalah 66 mg/kg BB. Berdasarkan nilai ED50 dapat disimpulkan bahwa O-(isoleusil) parasetamol memiliki aktivitas analgesik yang lebih tinggi dibanding parasetamol. Hasil uji statistik Tukey HSD menunjukkan bahwa aktivitas analgesik parasetamol dan O-(isoleusil) parasetamol tidak berbeda bermakna.

Item Type: Article
Uncontrolled Keywords: O-(isoleusil) parasetamol; analgesik; tionil klorida
Subjects: Pharmacy
Divisions: Journal Publication
Depositing User: F.X. Hadi
Date Deposited: 15 Jan 2021 04:02
Last Modified: 19 Feb 2021 03:39
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/24028

Actions (login required)

View Item View Item