Perbedaan penyesuaian sosial ditinjau dari status tempat tinggal dan jenis kelamin pada remaja cacat fisik

Anna Astriana R K, . (2005) Perbedaan penyesuaian sosial ditinjau dari status tempat tinggal dan jenis kelamin pada remaja cacat fisik. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (299kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (234kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (458kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (156kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (538kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB)
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (459kB)

Abstract

Manusia sebagai mahluk sosial mempunyai kebutuhan untuk bergaul dengan orang lain, dimana individu harus belajar untuk menyesuaikan diri dengan kelompok lingkungan sekitar. Hal tersebut tidak mudah, karena banyak masalah yang akan timbul, salah satunya apabila tubuh mengalami cacat (cacat fisik), terutama pada remaja. Saat menginjak usia remaja, fisik lebih menentukan dalam hubungan dengan dunia luarnya seperti tinggi badan, berat badan, proporsi tubuh serta kenormalan tubuh lainnya. Kekurangsempumaan fisik pada remaja dapat mengganggu dirinya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan, sehingga pada remaja cacat fisik dirasakan kebutuhan untuk melakukan penyesuaian sosial itu sulit. Adanya perbedaan penyesuaian sosial diduga dipengaruhi oleh status tempat tinggal (tinggal bersama keluargal di panti) dan jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan penyesuaian sosial ditinjau dari status tempat tinggal dan jenis kelamin pada remaja cacat fisik. Subjek penelitian adalah remaja cacat fisik di YPAC (yang tinggal bersama keluarga) dan remaja cacat fisik di Suryatama (yang tinggal di panti) dengan ciri-ciri pendidikannya SMP dan SMA serta berusia 12-21 tahun. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah subjek sebanyak 51 orang. Metode pengumpulan data menggunakan angket dan skala. Teknik analisis data menggunakan Analisis Varians Faktorial AB. Hasil analisis data dengan menggunakan program komputer SPSS for windows versi 11.0 menunjukkan: 1. Ada perbedaan penyesuaian sosial ditinjau dari status tempat tinggal, F=7,265 dengan p=0,010 (p<0,05) dimana penyesuaian sosial remaja cacat fisik yang tinggal di panti lebih baik (mean=l03,600) daripada remaja cacat fisik yang tinggal dengan keluarga (mean=95,082). 2. Tidak ada perbedaan penyesuaian sosial ditinjau dari jenis kelamin, F=0,002 dengan p=0,963 (p>0,05). 3. Tidak ada interaksi antara status tempat tinggal dan jenis kelamin, F=0,251 dengan p=0,618 (p>0,05). Disarankan untuk peneliti lain yang ingin melakukan penelitian sejenis, memperhitungkan faktor-faktor lain, yaitu intelegensi, sosio-ekonomi, dan lamanya subjek tinggal di panti.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 28 Oct 2016 08:02
Last Modified: 28 Oct 2016 08:02
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2406

Actions (login required)

View Item View Item