Altruisme dan tingkat perkembangan moral remaja

Lindra, Mikhael Nataly (2005) Altruisme dan tingkat perkembangan moral remaja. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (198kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (158kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (354kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (160kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (472kB) | Preview

Abstract

Dalam sebuah komunitas terlebih dalam masyarakat yang plural, prinsip saling menolong sangat dibutuhkan, bukan hidup yang bersifat "homo homini lupus" (manusia memakan sesamanya) karena apakah mungkin sebuah komunitas tetap harmonis bila setiap anggota berusaha memangsa anggota yang lain. Yang ada hanyalah saling tidak mempercayai satu dengan yang lain, bahkan ketika seseorang ingin melakukan suatu kebaikan dianggap tidak tulus. Prinsip saling menolong ini disebut dengan altruisme. Prinsip saling menolong sesama telah berubah menjadi mementingkan diri sendiri pada akhir-akhir ini. Prinsip mementingkan diri sendiri ini juga ditemui pada kalangan remaja, padahal seharusnya remaja sudah mencapai tingkat pemikiran yang abstrak di mana ia dapat mengerti nilai-nilai moral dalam tingkah laku. Artinya, pada masa remaja perilaku altruis yang merupakan salah satu bentuk perilaku moral, seharusnya dapat dilakukan oleh remaja berdasarkan kemampuan pemahaman mereka akan nilai-nilai moral. Altruisme mempunyai korelasi positif yang relatif tinggi dengan pertimbangan moral, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi perilaku moral (altruisme) remaja ialah perkembangan moral mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris hubungan antara altruisme dengan tingkat perkembangan moral remaja awal. Populasi penelitian ini ialah remaja usia 11-14 tahun yang duduk di bangku SMP Gloria di Surabaya. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini ialah stratified sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala altruisme dan angket Dilema Moral Kohlberg. Teknik analisis yang digunakan ialah Kendall Tau dengan bantuan SPSS for Windows 12.0. Analisis dilakukan dan terhadap 51 orang subjek hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut: Tidak ada hubungan yang signifikan antara altruisme dengan tahap perkembangan moral (rxy= 0,14 dengan p≥ 0,05). Sebagian besar subjek penelitian mempunyai altruisme yang tinggi (45,10%) dan sedang (52,94%). Sebagian besar subjek penelitian berada pada tingkat perkembangan moral pada tahap l (23,53%) dan tahap 3 (58,82%) Menyikapi hasil penelitan maka dapat diberikan saran-saran sebagai berikut: 1. Bagi peneliti lanjutan. Sebaiknya menggunakan beberapa alat ukur selain skala dan jumlah subjek penelitian sebaiknya diperbanyak. 2. Bagi siswa. Mempertahankan dan mengaplikasikan perilaku altruisme tidak hanya pada lingkungan sekolah saja. 3. Bagi sekolah. Mempertahankan upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan altruisme para siswa dan juga tingkat perkembangan moralnya.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Altruisme, moral, perkembangan moral
Subjects: Psychology
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 11 Jun 2015 14:49
Last Modified: 11 Jun 2015 14:49
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2563

Actions (login required)

View Item View Item