Ekstraksi minyak biji intaran menggunakan pelarut etanol

Yuliana, Maria and Natan, Felicia Angelina (2007) Ekstraksi minyak biji intaran menggunakan pelarut etanol. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (297kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (105kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (861kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (335kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (124kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (472kB) | Preview

Abstract

Pohon intaran (neem tree) yang juga dikenal dengan nama nimba atau margosa adalah pohon hijau tropis yang berasal dari negara India yang juga dapat ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Hampir seluruh bagian tanaman intaran ini memiliki nilai ekonomis, terutama biji intaran yang memiliki kandungan minyak terbesar. Di dalam minyak tersebut terkandung komponen aktif yang dapat berfungsi sebagai insektisida nabati dan kosmetik. Metode yang dapat digunakan untuk mengekstrak minyak biji intaran adalah ekstraksi pelarut. Karena minyak biji intaran memiliki banyak manfaat, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana kondisi optimum untuk mendapatkan minyak biji intaran. Selain itu, ditentukan juga sifat kimia fisika minyak, kinetika ekstraksi minyak biji intaran dan besaran termodinamika. Pada penelitian ini, minyak biji intaran didapat melalui proses ekstraksi pelarut menggunakan etanol. Mulanya biji intaran yang memiliki kandungan air sebesar 7,8% diperkecil ukurannya. Serbuk biji intaran ini kemudian diekstrak menggunakan etanol dengan perbandingan serbuk biji intaran dan etanol sebesar 1:5. Proses ekstraksi ini menggunakan labu leher tiga dan jaket peruanas serta diaduk menggunakan pengaduk motor. Setiap interval waktu 20 menit mulai menit ke-20 sampai dengan menit ke-200, diambil sampel sebanyak 15 mL untuk disentrifugasi. Kemudian dari sampel tersebut, diambil 3 sampel masing-masing sebanyak 5 mL untuk diuapkan dan ditimbang berat minyaknya. Proses ini dilakukan untuk variasi ukuran partikel yaitu +14/-20 mesh, +20/-25 mes h d an +25/-40 mesh dan variasi suhu ekstraksi yaitu 30°C, 35°C, 40°C, 45°C dan 50°C. Selain itu, dilakukan juga analisa sifat fisika dan kimia minyak intaran dari proses ekstraksi pada berbagai variasi suhu. Dari penelitian ini, didapatkan bahwa yield terbesar didapatkan pada suhu 50°C dan ukuran partikel +25/-40 mesh, yaitu 41,0823%. Kinetika ekstraksi minyak biji intaran berorde satu dengan persamaan YA = YA,.(l- exp(-K.t)). Proses ekstraksi ini bersifat endotermis ( ΔΗ( +) ), irreversibel (ΔS(+)) dan spontan ( ΔG(-) ). Kualitas minyak biji intaran juga akan menurun seiring dengan meningkatnya suhu ditandai dengan meningkatnya bilangan asam, penyabunan dan peroksida serta menurunnya bilangan iodine.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Josefine Hira Eksi
Date Deposited: 21 Jun 2015 01:18
Last Modified: 21 Jun 2015 01:18
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2729

Actions (login required)

View Item View Item