Ekstraksi pektin dari berbagai macam kulit jeruk

Tanoeyanaga, Satiruiani and Perina, Irene (2006) Ekstraksi pektin dari berbagai macam kulit jeruk. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK.pdf

Download (253kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (91kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (749kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (148kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (201kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
BAB 5.pdf

Download (78kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (379kB) | Preview

Abstract

Tanaman jeruk merupakan tanaman asli Indonesia. Buah jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar ataupun hasil olahan. Hampir seluruh wilayah Indonesia dapat ditanami jeruk. Buah jeruk dapat dikonsumsi dalam bentuk buah segar ataupun hasil olahan. Limbah dari buah jeruk berupa ampas jeruk yang merupakan hasil buangan dari pabrik minuman sari buah di Indonesia belum dimantaatkan secara maksimal. Limbah dari buah jeruk yang berupa kulit jeruk selain dapat dibuat manisan, juga dapat diekstrak pektinnya. Jeruk mempunyai kandungan pektin yang cukup tinggi, sekitar 30 %. Pektin juga terdapat pada buah-buahan lain seperti pisang, apel, pepaya dan lain - lain. Pektin merupakan bahan aditif yang memiliki aplikasi luas pada industri makanan karena kemampuannya membentuk gel seperti untuk membuat jelly, selai dan desert dan berguna juga sebagai penghalus tekstur. Selain itu, pektin juga dapat digunakan dalam bidang bakery fillings, yaitu pada penyiapan buah. Dalam bidang produksi susu, digunakan pada pengasaman susu dan minuman berprotein serta yogurt. Pektin dapat juga digunakan dalam bidang produk kesehatan, farmasi dan obat- obatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pelarut dan zat terlarut yang diperlukan untuk mendapatkan yield pektin dengan jumlah yang maksimum. Pectin yang didapat dari perbandingan pelarut dan zat terlarut yang maksimum dan minimum dianalisa kadar metoksil, kadar abu dan kekuatan pembentukan gelnya. Dari hasil percobaan didapat bahwa yield pectin meningkat seiring dengan kenaikan kecepatan pengadukan dan besamya perbandingan feed kulit jeruk:pelarut. Semua kulit jeruk termasuk kedalam golongan high metoksil pektin. Kadar metoksil dan kekuatan pembentukan gel Jeruk manis> Jeruk Lokam> Jeruk Shantang> Jeruk Nipis. Kadar abu pectin dari berbagai macam kulit jeruk memenuhi standar mutu kering pectin.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Subjects: Engineering
Engineering > Chemical Engineering
Divisions: Faculty of Engineering > Chemical Engineering Study Program
Depositing User: Josefine Hira Eksi
Date Deposited: 21 Jun 2015 01:20
Last Modified: 21 Jun 2015 01:20
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2731

Actions (login required)

View Item View Item