Analisis manajemen perubahan untuk peningkatan keefektifan peran manajer madya dalam penerapan sistem penjamin mutu studi kasus di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya

Antaresti, . (2014) Analisis manajemen perubahan untuk peningkatan keefektifan peran manajer madya dalam penerapan sistem penjamin mutu studi kasus di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Masters thesis, Master Program in Management.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (984kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (148kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (296kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (202kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (467kB)
[img] Text (BAB 5)
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (206kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
Bab 6.pdf

Download (321kB) | Preview

Abstract

Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang bermutu, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) membentuk Kantor Penjaminan Mutu ( KPM ) yang bertanggungjawab atas pengembangan sistem penjaminan mutu pada tahun 2006. Meskipun sudah dimulai sejak tahun 2006, penerapan sistem penjaminan mutu masih belum berjalan dengan efektif. Dekan dan Wakil Dekan I (WD I) selaku manajer madya di unit akademik memegang peranan penting dalam pengembangan sistem penjaminan mutu di UKWMS. Penerapan sistem penjaminan mutu di UKWMS merupakan perubahan organisasi yang terencana. Dalam perubahan ini, bukan hanya dosen tetapi Dekan dan WD I selaku manajer madya juga merupakan target perubahan atau change recipients. Dekan dan WD I juga berperan sebagai change implementer karena mereka harus mengembangkan sistem penjaminan mutu dan mendorong bawahannya untuk melaksanakan program-program untuk peningkatan mutu. Sebagai change recipients manajer madya harus memiliki kesiapan berubah ( change readiness ) yang baik pada lima aspek kesiapan berubah individu yaitu discrepancy, appropriateness, principal support, efficacy dan personal valence. Selanjutnya untuk mengelola perubahan, manajer madya selaku change implementer harus tiga kemampuan utama yang dibutuhkan dalam menerapkan perubahan yaitu kemampuan komunikasi, memotivasi dan membangun tim. Agar pengembangan sistem penjaminan mutu di UKWMS dapat lebih efektif maka faktor-faktor yang menunjang keberhasilan dari proses perubahan perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan dan kemampuan manajer madya untuk melakukan perubahan dalam penerapan penjaminan mutu. Berdasarkan analisis tersebut akan disusun pengembangan model manajemen perubahan yang dapat meningkatkan efektifitas peran manajer madya di UKWMS dalam penerapan sistem penjaminan mutu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat eksploratif evaluatif. Metode penelitian yang dipilih adalah studi kasus. Sumber data pada penelitian ini berasal dari informan dan dokumen sistem penjaminan mutu unit kerja. Informan penelitian adalah manajer madya yaitu Dekan atau WD I, dan Rektor selaku manajer puncak. Teknik pengumpulan data dari informan dilakukan dengan dua metode yaitu dengan kuesioner dan wawancara semi terstruktur. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa kesiapan berubah dari manajer madya masih perlu ditingkatkan karena hanya dua aspek yang mendapat tanggapan positif yaitu discrepancy dan appropiateness. Untuk 3 aspek kesiapan berubah yang lain yaitu aspek principal support, efficacy dan personal valence terdapat beberapa hambatan yang dapat menurunkan kesiapan berubah manajer madya. Sebagai change implementer, kemampuan manajer madya untuk mengelola perubahan yang meliputi kemampuan komunikasi, memotivasi dan membangun tim masih perlu ditingkatkan. Hambatan yang dihadapi manajer madya dalam mengelola perubahan dapat dikelompokkan menjadi hambatan personal dan hambatan organisasi. Hambatan personal terkait dengan pengetahuan dan kemampuan manajer madya vi untuk mengelola perubahan dalam penerapan sistem penjaminan mutu. Sedangkan hambatan organisasi terkait dengan kebijakan manajer puncak, budaya kebebasan akademik dan sistem yang bersifat loosely coupled. Untuk meningkatan efektifitas manajer madya dalam mengelola perubahan, maka kesiapan berubah dan kemampuan mengelola perubahan dari manajer madya harus ditingkatkan. Untuk mengatasi hambatan yang ada, solusi yang dapat diterapkan adalah : - Mengadakan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan manajer madya dalam pengembangan sistem penjaminan mutu dan mengelola perubahan - Pendampingan dari manajer puncak terhadap manajer madya dalam pengembangan sistem penjaminan mutu - Penetapan kebijakan yang mendukung pengembangan sistem penjaminan mutu, antara lain pemberian insentif yang mendukung penerapan sistem penjaminan mutu oleh dosen, pengembangan kegiatan yang dapat meningkatkan partisipasi aktif dari dosen dalam penjaminan mutu, evaluasi struktur organisasi sesuai dengan beban kerja.

Item Type: Thesis (Masters)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Master Program in Management" not defined]
Subjects: Business > Strategic Management
Divisions: Graduate School > Master Program in Management
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 11 Sep 2014 05:05
Last Modified: 17 Mar 2015 04:20
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/29

Actions (login required)

View Item View Item