Identitas diri remaja WNI keturunan cina

Alia, Agnes (2006) Identitas diri remaja WNI keturunan cina. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (283kB) | Preview
[img] Text (BAB 1)
BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (895kB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (253kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Fenomena krisis identitas remaja WNI keturunan cina menjadi permasalahan unik disebabkan saat ini di Indonesia tercipta generasi baru etnis Cina yang sulit dikategorikan sebagai "etnis Cina" karena mereka sudah kehilangan kemahiran berbahasa Cina dan pemahaman terhadap tradisi dan kebiasaan etnis cina. Oleh karena itu, penelitian ini berusaha meneliti dari perspektif "WNI keturunan cina" bagaimana perkembangan psikologis WNI Keturunan Cina, memaknai pengalaman­ pengalamannya sampai terbangunnya identitas dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses identitas diri remaja WNI keturunan cina dibangun, dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pembentukan identitas diri informan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak dua orang dengan perincian AHS dan SS. Pada AHS dilaksanakan metode triangulasi yaitu wawancara terhadap satu teman seangkatan AHS yang beretnis Jawa yaitu Sg dan yang beretnis Cina MM, ibu dari AHS dan AHS sendiri. Sedangkan pada SS dilaksanakan wawancara pada SS individu. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui kedua subjek tidak mencapai tahap keempat yaitu Immersion maka dapat dikategorikan mengalami kegagalan membentuk identitas diri juga yang membentuk identitas diri remaja WNI keturunan cina bukanlah faktor etnis, agama ataupun faktor status ekonorni. Selain fisik seperti etnis Cina, agen-agen sosial terutama keluarga, pendidik, peers, lingkungan informan yang memberikan stigma-stigma negatif, penolakan-penolakan, pengkotakan­ pengkotakan maupun stereotipe menyebabkan informan menganggap dirinya seorang "Cina" dari hasil penelitian ini juga ditemukan bahwa profesi mempengaruhi strategi coping. Pada AHS yang berprofesi dokter ia mendekati etnis mayoritas untuk mengkompensasikan inferioritas identitas etnisnya sedangkan pada SS yang orangtuanya pengusaha copingnya adalah seminimal mungkin berinteraksi dengan etnis mayoritas. Kenyataannya, kedua informan sendiri tidak begitu memahami apa artinya Cina itu sendiri, nilai-nilai Cina maupun budaya Cina, kedua informan juga tidak menguasai bahasa Cina dengan fasih, sehingga tidak memungkinkan untuk berkomunikasi lancar dengan orang Cina Daratan. Identitas diri menjadi masalah pelik ketika remaja karena untuk pertama kalinya remaja mempertentangkan identitas etnisnya dan remaja harus bisa mengintegrasikan identitas etnis dengan identitas diri sehingga terbentuk identitas diri yang mantap supaya bisa menemukan arah tujuan hidup, rencana atau gambaran masa depan dan memasuki dunia dewasa.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Identitas diri, WNI keturunan Cina, keluarga, perkembangan, dibangun .
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 26 Jun 2015 08:44
Last Modified: 26 Jun 2015 08:44
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/2927

Actions (login required)

View Item View Item