Pengaruh Konsentrasi Konjac serta Proporsi Sukrosa dan Isomalt terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Jelly Drink Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn). (Proposal Skripsi)

Dwijayanti, Irene Indah (2010) Pengaruh Konsentrasi Konjac serta Proporsi Sukrosa dan Isomalt terhadap Sifat Fisikokimia dan Organoleptik Jelly Drink Jambu Biji Merah (Psidium guajava Linn). (Proposal Skripsi). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (734kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (53kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (215kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img]
Preview
Text (BAB 6)
BAB 6.pdf

Download (43kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (466kB) | Preview

Abstract

Jelly drink adalah produk jelly, dengan konsentrasi bahan pembentuk gel lebih sedikit dibandingkan jelly cup, sehingga menghasilkan tekstur gel yang tidak solid. Jambu biji merupakan sumber serat pangan, yaitu pektin, yang dapat digunakan untuk pembuatan gel. Ekstrak jambu biji merah memiliki pH yang rendah, yaitu 3,4-3,9. Oleh karena itu, diperlukan agensia pembentuk gel yang dapat bekerja pada kisaran pH tersebut. Bahan pembentuk gel yang digunakan adalah konjac. Glukomanan yang terdapat dalam tepung konjac dapat mempertahankan stabilitas dan struktur yang lembab dari produk setelah pemanasan sehingga merupakan pengental yang baik. Jelly drink mengandung kadar gula tinggi, yang bila dikonsumsi dalam jumlah berlebih akan menyebabkan diabetes, kerusakan gigi, dan obesitas, sehingga sebagian sukrosa perlu disubstitusi dengan pemanis alternatif seperti isomalt. Selain itu, dalam pembentukan gel ada perbandingan tertentu antara bahan pembentuk gel dan sukrosa, sehingga apabila penggunaan sukrosa yang melebihi perbandingan tersebut akan mengurangi kemampuan bahan pembentuk gel berinteraksi dengan air untuk membentuk gel. Penelitian ini menggunakan rancangan faktorial yaitu faktor konsentrasi konjac (K) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan [0,05% (K1), 0,15% (K2), 0,25% (K3)] dan faktor proporsi sukrosa-isomalt (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan [25:75 (P1), 50:50 (P2) dan 75:25 (P3)] dengan tiga kali ulangan. Pengujian yang dilakukan pada jelly drink jambu biji merah adalah pH, sineresis, laju hisap, vitamin C, total padatan terlarut, dan penilaian organoleptik yang meliputi penilaian terhadap daya hisap, rasa, dan mouthfeel dengan menggunakan uji kesukaan. Data hasil penelitian yang diperoleh selanjutnya dianalisa menggunakan analisa varians (ANAVA) pada α = 5%. Apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan Uji Beda Jarak Nyata Duncan (Duncan’s Multiple Range Test/ DMRT). Pemilihan perlakuan terbaik dengan uji pembobotan dengan parameter organoleptik (daya hisap, mouthfeel dan rasa).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Agricultural Technology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Konsntrasi Konjac, Proporsi Sukrosa-Isomalt, Jelly Drink
Subjects: Agriculture and Food Technology > Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Agricultural Technology > Food Technology Study Program
Depositing User: Operator Teknis
Date Deposited: 15 Feb 2016 02:32
Last Modified: 15 Feb 2016 02:32
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3002

Actions (login required)

View Item View Item