Pengaruh fraksi air ekstrak etanol kulit buah salak (salacca zalacca (gaertn.) Voss) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan

Handayani, Sri (2014) Pengaruh fraksi air ekstrak etanol kulit buah salak (salacca zalacca (gaertn.) Voss) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada tikus putih jantan. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (593kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (205kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (472kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (383kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (636kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf

Download (118kB) | Preview
[img] Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Salak (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) merupakan tanaman yang mengandung senyawa flavonoid, tanin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fraksi air ekstrak etanol kulit buah salak dan untuk mengetahui hubungan antara peningkatan dosis pemberian fraksi air ekstrak etanol kulit buah salak terhadap penurunan kadar glukosa darah. Fraksi air dari ekstrak etanol kulit buah salak diperoleh dengan cara perkolasi dengan pelarut etanol 96% kemudian dipartisi menggunakan corong pisah dengan campuran pelarut n-heksan, sampai diperoleh fraksi airnya. Sebanyak 25 ekor tikus putih jantan dibagi dalam 5 kelompok secara acak, dan metode yang dipilih adalah metode uji toleransi glukosa. Fraksi air ekstrak etanol diberikan secara oral dengan tiga dosis yaitu: 100; 150; 200 mg/kg BB, dengan pembanding glibenklamid dosis 0,45 mg/kg BB. Volume yang diberikan adalah 1 ml/100 g BB untuk setiap ekor tikus. Setelah 30 menit, diberikan larutan glukosa 50% b/v secara oral dengan volume pemberian 0,2 ml/100 g BB, lalu dilakukan pengukuran kadar glukosa darah tikus setelah 30; 60; 120; 180 menit dengan alat Advantage meter. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa fraksi air kulit buah salak dosis 100; 150; 200 mg/kg BB mempunyai efek terhadap penurunan kadar glukosa darah dengan rerata sebesar 30,20, 37,45 dan 32,19 %. Sementara pada glibenklamid sebesar 35,58%. Berdasarkan perhitungan statistik uji anava yang di lanjutkan uji HSD 5% menunjukkan tidak ada hubungan linier antara peningkatan dosis dengan efek penurunan kadar glukosa darah

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: diabetes mellitus, fraksi air, kulit buah salak (Salacca zalacca(Gaertn.) Voss), uji toleransi glukosa
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 01 Jul 2015 02:04
Last Modified: 25 Oct 2016 02:09
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3032

Actions (login required)

View Item View Item