Uji toksisitas subkronis asam 2-(3 Klorobenzoiloksi)benzoat pada lambung, hati dan ginjal mencit (Mus Musculus)

Nadun, Yohanes De Brito (2015) Uji toksisitas subkronis asam 2-(3 Klorobenzoiloksi)benzoat pada lambung, hati dan ginjal mencit (Mus Musculus). Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (208kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
Bab 1.pdf

Download (71kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (492kB)
[img] Text (BAB 3)
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (267kB)
[img] Text (BAB 4)
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (298kB)
[img]
Preview
Text (BAB 5)
Bab 5.pdf

Download (161kB) | Preview
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (894kB) | Preview

Abstract

Asam 2-(3-klorobenzoiloksi)benzoat merupakan senyawa hasil sintesis dari asam salisilat dan (3-klorobenzoil)klorida melalui reaksi Schotten-Boumann. Hasil penelitian terdahulu terhadap uji toksisitas akut didapat harga LD50 sebesar 1750 mg/ gBB dan harga LD50 oral asam asetilsalisilat sebesar 250 mg/ gBB. Tujuan penelitian mengetahui pemberian senyawa uji secara berulang selama 28 hari dengan peroral dapat mengurangi kerusakan makroskopis organ lambung, nekrosis hati dan ginjal mencit (Mus musculus) jika dibandingkan dengan asam asetilsalisilat. Metode penelitian yaitu senyawa uji asam 2-(3-klorobenzoiloksi)benzoat di bagi dalam tiga kelompok dosis yaitu 1,3 mg/20 gBB, 2,6 g/20 gBB dan 3,9 mg/20 gBB dengan setiap dosis menggunakan 8 ekor mencit untuk perlakuan dan 8 ekor mencit sebagai satelit. Jumlah mencit yang digunakan pada kelompok K(+) 1,3 mg/20 gBB sama dengan pada senyawa uji, sedangkan pada kelompok K(-) PGA 3% hanya menggunakan 8 ekor mencit sebagai perlakuan. Selama 28 hari kelompok perlakuan diberikan senyawa uji dan hari ke-29 dilakukan pembedahan sedangkan kelompok satelit dibiarkan hidup selama 14 hari dan dilakukan pembedahan untuk mengamati efek obat dan efek perbaikan pada organ lambung, hati dan ginjal mencit. Hasil penelitian pada organ lambung kelompok K(+), P1, P2 dan P3 terjadi kerusakan lambung dengan ditandai timbulnya bintik-bintik merah pada mukosa lambung. Analisis One Way Anova diperoleh F hitung (9,040; sig. 0,000) pada hati dan F hitung (3,917; sig. 0,008) pada ginjal dengan F tabel (2,51; sig. 0,05). Jadi dapat disimpulkan pemberian senyawa uji asam 2-(3-klorobenzoiloksi)benzoat secara berulang selama 28 hari dengan peroral meningkatkan kerusakan makroskopis organ lambung dan nekrosis organ hati dan ginjal mencit (Mus musculus) jika dibandingkan dengan asam asetilsalisilat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Asam 2-(3-klorobenzoiloksi)benzoat, asam asetilsalisilat, lambung, hati, ginjal
Subjects: Pharmacy
Divisions: Faculty of Pharmacy > Pharmacy Study Program
Depositing User: Users 12 not found.
Date Deposited: 30 Jun 2015 14:31
Last Modified: 30 Jun 2015 14:31
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3119

Actions (login required)

View Item View Item