Intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran pada remaja putri ditinjau dari peran gender

Yudanti, Mitha Triasari (2007) Intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran pada remaja putri ditinjau dari peran gender. Undergraduate thesis, Widya Mandala Catholic University Surabaya.

[img]
Preview
Text (ABSTRAK)
Abstrak.pdf

Download (475kB) | Preview
[img]
Preview
Text (BAB 1)
BAB 1.pdf

Download (373kB) | Preview
[img] Text (BAB 2)
BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text (BAB 3)
BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (338kB)
[img] Text (BAB 4)
BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (840kB)
[img] Text (BAB 5)
BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (295kB)
[img]
Preview
Text (LAMPIRAN)
LAMPIRAN.pdf

Download (821kB) | Preview

Abstract

Masa remaja identik dengan masa transisi dimana minat berkencan dan perilaku seksual mulai berkembang. Tugas perkembangan yang berhubungan dengan seksualitas adalah pembentukan hubungan baru yang lebih matang dengan lawan jenis, hal ini lebih sering dikenal dengan masa pacaran. Masa pacaran dapat disebut sebagai masa untuk saling mengenal dan menunjukkan kasih sayang antar pasangan, seyogyanya terdapat sikap dan perilaku yang saling menghormati di antara pasangan, namun pada kenyataannya banyak remaja putri yang justru mendapatkan kekerasan dalam pacaran, oleh karena itu remaja putri hendaknya mampu mengambil sikap yang tepat agar dapat menghindarkan diri dari kekerasan dalam pacaran. Namun seringkali remaja putri cenderung lemah dalam menghadapi pasangannya dan bersikap pasif dikarenakan sebagian remaja putri meyakini stereotipe tentang peran gender yang melekat pada perempuan, bahwa sudah sewajarnya apabila perempuan bersikap pasrah, hangat, penuh cinta dan konformis terhadap laki-laki. Intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran cukup beragam tingkatannya dimana remaja putri mempunyai peluang yang lebih besar untuk menjadi korban kekerasan dalam masa pacaran. Tinggi rendahnya intensitas yang dialami oleh remaja putri dapat dipengaruhi oleh peran gender yang dimiliki remaja tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran ditinjau dari peran gender. Penelitian ini dilakukan pada 80 orang subjek, namun terdapat 40 orang subjek yang tidak dapat dikategorikan sehingga hanya 40 orang subjek yang digunakan dalam pengolahan data selanjutnya. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran dan Bem's Sex Role Inventory (BSRI). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan bantuan SPSS versi 12 melalui metode Kruskal Wallis. Dari hasil pengolahan, didapatkan nilai Chi Square sebesar 17,164 dengan p= 0,000 (p< 0, 05) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan mengenai intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran ditinjau dari peran gender yang feminim, maskulin dan androgin. Disarankan bagi remaja putri untuk dapat memilih peran gender yang sesuai sehingga dapat terhindar dari kekerasan yang terjadi selama pacaran.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Department: ["eprint_fieldopt_department_Faculty of Psycology" not defined]
Uncontrolled Keywords: Intensitas mengalami kekerasan dalam pacaran, peran gender, remaja putri
Subjects: Psychology
Divisions: Faculty of Psychology > Psychology Study Program
Depositing User: Users 33 not found.
Date Deposited: 13 Oct 2015 02:53
Last Modified: 13 Oct 2015 02:53
URI: http://repository.wima.ac.id/id/eprint/3282

Actions (login required)

View Item View Item